Saturday, March 30, 2013

SUKA PAMER (NARSIS) SUKA CURANG



KATA PENGANTAR

       Tahun 2000, ketika penulis pertama kali menjadi widyaiswara BPG Riau, yang kini, bernama LPMP Riau, penulis mulai mengenal istilah narsis. Kata narsis sering digunakan sebagai istilah untuk menyebut orang yang 'gila foto' dan membanggakan diri sendiri. Padahal, sebenarnya tidak demikian, narsis merupakan penyakit mental yang si penderitanya lebih mungkin memiliki bakat untuk berbuat curang. Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah penyakit mental ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi semua orang.

        Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang terkena penyakit narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.


PENDAHULUAN

        Ada  sebuah studi baru juga menunjukkan bahwa orang dengan karakter narsis memiliki kecenderungan untuk berbuat curang, baik pada tugas dan nyontek ujian sekolah. Hasil studi menunjukkan bahwa orang narsis termotivasi untuk menipu dan berbuat curang karena sifatnya yang selalu ingin pamer kepada orang lain. Orang narsis juga tidak pernah merasa bersalah dengan tindakannya.
Ada lagi penyakit orang yang suka memamerkan kemaluannya kepada orang lain, yang disebut Exibisionime. Di kalangan kulit hitam Amerika dan kulit putih di kalangan wanita Inggris, banyak yang terkena penyakit eksebisionisme ini. Suatu penyakit yang lebih parah dibandingkan penyakit narsisme.

        "Orang narsis benar-benar ingin dikagumi oleh orang lain. Saat menjadi pelajar, ia selalu ingin mendapat nilai bagus dengan cara apapun termasuk berbuat curang dengan menyontek," kata Amy Brunell, penulis studi dan asisten profesor psikologi di Ohio State University di Newark, dilansir Medindia.

         Menurut Brunell, orang narsis cenderung lebih egois, melebih-lebihkan bakat dan kemampuannya serta kurangnya rasa empati kepada orang lain.  "Narsisis (sebutan untuk orang narsis) merasa perlu untuk mempertahankan citra diri yang positif dan mereka kadang-kadang akan menyisihkan kekhawatiran etis untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan," jelas Brunell lebih lanjut.

        Studi yang dilakukan tim Brunell melibatkan 199 mahasiswa. Pada studi ini, peneliti mengukur tingkat narsisme dengan memilih pernyataan yang paling menggambarkan sifat partisipan.

Misalnya, partisipan dapat memilih antara 'saya tidak lebih baik atau tidak lebih buruk daripada kebanyakan orang' atau 'saya berpikir saya orang yang spesial'.

          Peneliti juga mengukur tingkat 'harga diri' partisipan dan menanyakan seberapa sering partisipan berbuat curang dengan menyontek pada saat mengerjakan tugas atau ujian sekolah selama satu tahun terakhir.

"Kami menemukan bahwa salah satu bagian yang lebih berbahaya dari narsisisme-eksibisionisme (keinginan untuk pamer dan menjadi pusat perhatian) adalah terkait dengan kecurangan, dalam hal ini kecurangan akademik," jelas Brunell.

          Brunell mengatakan, keinginan untuk memamerkan diri benar-benar membuat orang dengan karakter narsisme lebih mungkin untuk melakukan tindakan curang.

Hasil studi ini telah dipublikasikan secara online di jurnal Personality and Individual Differences.





BAB     I
AGAMA DAN KESEHATAH MENTAL


A.Lawan dengan ilmu tasawuf
       
Sesungguhnya di antara isterimu dan anak-anakmu ada yang akan menjadi musuh bagmu,mkarena itu hati-hatilah terhadap mereka.
(Quran Surat 64: 14)

         Pesan ayat ini, ialah pelihara anak-anak anda, jangan menderita penyakir narsis, cinta dunia berlebihan, suka pamer, rancak di labuah, kata orang Minang, supaaya mereka kelak tidak menjadi musuh bagi dirimu. Tanamkanlah kepada anak anda, mental rendah hati, dan mau beribadah. Jauhkan mreka dari narkoba dan narsis.Mreka ada yang senang mengangkat stang sepeda motor, dan rambutnya dicat warna warni, ini bagian dari penyakit narsis. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders serta American Psychiatric Association pun menyebutkan beberapa gejala dan kriteria penyakit narsis, diantaranya :
  1. Mementingkan diri sendiri, melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul tanpa ada hasil atau pencapaian tertentu.
  2. Terlalu bangga dengan fantasinya dan memiliki tujuan yang tidak realistik tentang keberhasilan yang tiada batas, kekuatan, kepintaran, kecantikan atau kisah cinta yang ideal.
  3. Percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya bisa bergabung atau bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki status tinggi.
  4. Memerlukan pujian yang berlebih ketika melakukan sesuatu
  5. Memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu
  6. Bersikap egois dan selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya
  7. Tidak memiliki perasaan empati terhadap sesama
  8. Selalu merasa iri hati dengan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri padanya
  9. Menunjukkan sifat arogan dan merendahkan orang lain
  10. Mudah terluka, emosional dan memiliki pribadi yang lemah

source:http://www.detikhealth.com/read/2010/12/06/094914/1509650/763/orang-narsis-punya-bakat-curang?ld991103763

Dunia Pikiran Dan Psikologi

BAB  II
        PENYAKIT ANAK DAN ISTERI SUKA PAMER

           Para nabi menghadapi masalahnya masing-masing. Nabi Nuh dan Nabi Adam, berhadapan dengan kenakalan anak kandungnya sendiri. Nabi Luth dan Nabi Ayyub, berhadapan dengan isteri mereka masing-masing, yaitu isteri durhaka luar biasa. Di dalam kitab suci al- Quran Surat 64: 14
Sesungguhnya di antara isterimu dan anak-anakmu ada yang akan menjadi musuh bagmu,mkarena itu hati-hatilah terhadap mereka.
Surah 57. Al-Hadid, Ayat 20

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ
وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ



:
Ketahuilah sebenarnya kemewahan duniawi ini, tipu daya dan permainan belaka, sehingga kau membanggakan harta yang banyak, dan keturunanmu yang cerdas. KNOW [O men] that the life of this world is but a play and a passing delight, and a beautiful show, and [the cause of] your boastful vying with one another, and [of your] greed for more and more riches and children. 29  Its parable is that of 30  [life-giving] rain: the herbage which it causes to grow delights the tillers of the soil; 31  but then it withers, and thou canst see it turn yellow; and in the end it crumbles into dust. But [the abiding truth of man's condition will become fully apparent] in the life to come: [either] suffering severe, or 32  God's forgiveness and His goodly acceptance: for the life of this world is nothing but an enjoyment of self-delusion.
:
You should know that the life of this world is only play and amusement, a show and boasting among yourselves, a quest for greater riches and more children. Its similitude is that of vegetation that flourish after rain: the growth of which delights the tillers, then it withers and you see it turn yellow, soon it becomes dry and crumbles away. In the hereafter there will be either severe punishment or forgiveness from Allah and His good pleasure. The life of this world is nothing but an illusion.

No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook