Wednesday, June 26, 2013

MENYOGOK DENGAN TAKSI, KURSI DAN KECANTIKAN URANG PADUSI



GRATIFIKASI, BERUPA SEKS JUGA
AWALNYA, TIDAK TERDUGA
ORANG BAIK, BERMASALAH PULA
IBLIS SIAP, DATANG MENGGODA


OLEH
MUHAMMAD RAKIB
WIDYAISWARA LPMP.RIAU

MENYOGOK DENGAN TAKSI, KURSI DAN KECANTIKAN URANG PADUSI

                                                Amang kecik mangkal di kantor
                                                Landak rusa usung belalang
                                                Memang licik akal koruptor
                                                Hendak diperiksa langsung menghilang



Olah ketam bawang disayat
Butor dilebur alar berduri
Setelah hantam uangnya rakyat
Koruptor kabur ke luar negeri




  Mengapa aku, duduk di kursi,
     Terlalu lama, duduk di bangku
     Bagaimana aku, tidak korupsi,
Uang selalu,kering di saku.




KISAH IBU MENGAJAR ANAKNYA MENCURI


KATA PENGANTAR

        Judul disertasi penulis di program doktor UIN Suska Riau 2013 di Pekanbaru  ialah sanksi hukuman fisik terhadap anak-anak, berkaitan dengan UU Perlindungan Anak Indonesia. Kemudian dalam Hukum Islam, dinyatakan pukullah anakmu yang tidak shalat, jika umurnya sudah 10 tahun. Pertanyaannya lebih lanjut, anak yang mencuri, bolehkan dipukul?. Anak yang terlalu durhaka, seperti Malin Kundang, bolehkah disumpahi atau dikutuki menjadi ular atau dipenjarakan?

       Kisah menarik. Ada seorang anak yang hendak dihukum karena mencuri, namun anak tersebut menginginkan keadilan dengan meminta ibunya yang dihukum, karena ibunyalah yang mengajarkan ia untuk mencuri. Naudzubillaah. Kajian kali ini merupakan kajian yang berkaitan dengan anak, yakni fikih pendidikan anak pra baligh dan baligh dalam Islam.

ANAK MEMINTA IBUNYA DIHUKUM
          Kajian dimulai dengan penuturan beliau bahwa anak bisa menjadi penolong atau penggugat orang tuanya. Beliau menceritakan, ada seorang bapak yang  tertatih2 berjalan di atas shirathal mustaqim, dan akhirnya kemudian tergelincir, namun terselamatkan berkat doa tulus anaknya. Memangnya anaknya doa apa? Ternyata bukan doa yang macam2 loh, tampaknya hampir semua anak muslim hafal doa ini. Yup, doa orang tua. Rabbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraah. Subhanallah.
         Sebaliknya, anak juga dapat menjadi penggugat orang tuanya. Beliau menceritakan kisah di jaman Rasulullaah ketika ada seorang anak yang hendak dihukum karena mencuri, namun anak tersebut menginginkan keadilan dengan meminta ibunya yang dihukum, karena ibunyalah yang mengajarkan ia untuk mencuri. Naudzubillaah. Dari latar belakang itulah beliau mengajak untuk mengajarkan anak dengan sebaik2nya. Ibaratnya, maukah kita orang tua nanti di surga dituntut anak kita hanya karena anak kita tidak beristinjak dengan baik dan benar, karena kesalahan/kekurangan ajaran kita? *menurut beliau istinjak yang tidak bersih berakibat sesuatu yang cukup fatal, tapi saya lupa apa yah, kalo ga salah tidak diterima shalatnya, cmiiw ..  *

Lalu siapakah anak itu? Menurut beliau ada perbedaan pemahaman mengenai anak dalam kaidah Islam dengan anak dalam kaidah kehidupan sehari-hari *khususnya di Indonesia*. Dalam Islam, anak adalah fase pemula dalam rentang kehidupan manusia. Tepatnya ada dua fase menurut Islam dipandang dari sisi hukum, fase pra baligh (belum dewasa), dan fase baligh (dewasa).  Pada fase baligh seseorang sudah bertanggungjawab secara langsung terhadap seluruh ucapan, sikap, tindakan yang dia lakukan, baik kepada Allah maupun aparat hukum di dunia. Maka sudah sepantasnya orang tua memperlakukan anak yang telah memasuki fase baligh sebagai seorang dewasa. Beliau kemudian menceritakan pengalaman seorang teman perempuannya ketika mencapai masa baligh, kira2 di awal SMP. Saat itu sang Ibu dari temannya meminta sang anak untuk berwudhu dan memakai mukena.

         Setelah berwudhuk dan memakai mukena, sang anak pun diajak sang ibu untuk duduk berhadapan, kemudian keduanya saling berjabat tangan layaknya ijab. Sang ibu pun kemudian berkata yang kurang lebih intinya adalah sebagai berikut, “Nak, kini sudah tiba saatnya bagimu untuk bertanggung jawab atas dirimu sendiri. Selama ini jka engkau melakukan kesalahan, Ibu lah yang menanggung dosa2mu. Namun kini kau sudah baligh, sudah dewasa. Dan Ibu tidak bisa lagi membantumu mempertanggungjawabkan semua ucapan dan perbuatanmu. Kini malaikat Rakib dan Atid di kanan kirimu siap untuk mencatat semua amal perbuatanmu. Maka berhati2lah dalam melakukan sesuatu, karena sungguh seluruhnya akan dicatat oleh kedua malaikat tersebut.” Subhanallaah.

       Saat ini banyak anak perempuan yang memasuki masa baligh dalam usia muda. Dan umumnya orang tuanya menganggapnya masih seperti anak kecil. Padahal hal tersebut adalah salah menurut ustadzah. Bandingkan dengan Usamah bin Zaid. Pemuda hebat yang pada usia belianya, 13tahun, sudah dipercayakan oleh Rasulullaah memimpin pasukan perang Islam. Tidak tanggung-tanggung, kala itu musuhnya adalah sekutu bangsa2 besar, yakni Quraisy, Persia dan Romawi. Subhanallaah.

Ada yang tahu mengapa diperintahkan untuk mengajarkan shalat kepada anak ketika umur 10tahun, kemudian dipersilahkan untuk memukul anak umur 10 tahun yang tidak shalat? Ternyata memang usia tersebut pada jaman sekarang ini, sudah masuk usia baligh (khususnya untuk perempuan). Bahkan sudah ada yang menjadi baligh di usia 8, 9 tahun. Oleh karena itu memang sudah saatnya untuk bersikap tegas kepada mereka, menyikapi mereka yang sudah harus dianggap orang tua sebagai orang dewasa.

 BERNAZAR MEMUKUL ISTRI 1000 KALI      

       Sedikit membahas tentang `”memukul’`. Menurut beliau, memukul walau diperintahkan, tapi bukan berarti jadi landasan orang tua memukul anak. Karena Rasulullaah sendiri tidak pernah memukul anaknya. Nabi Ayyub sendiri yang bernazar untuk memukul istrinya 1000kali jika sembuh dari sakit, pada akhirnya memohon wahyu dulu dari Allah untuk memukul sitrinya, ga langsung asal pukul saja. Dan pada akhirnya Allah memerintahkan Nabi Ayyub untuk mengumpulkan 1000 batang padi kering, mengikatnya kemudian memukulkannya sekali kepada istrinya, yang melambangkan nazar 1000kali pukulannya. Jadi tidak segampang dan seringan itu untuk memukul, walau diperintahkan. Karena Islam penuh kasih sayang, bukan? 
Sang ustadzah pun kemudian menjabarkan pendidikan dan pengasuhan anak dalam tiga bagian per 6tahun. Untuk 6tahun pertama, utamakanlah kasih sayang dan disiplin.

       Limpahkan kasih sayang, pelihara disiplin untuk segala hal. Contoh, disiplin dalam makan, buang air, tidur dan sebagainya. Pada 6tahun ke dua, kenalkanlah Allah dalam hidupnya. Jelaskanlah hukum-hukum Islam, seperti halal dan haram, aurat, wudhu, shalat, mencuri, mahram, juga surga dan neraka. Ajarkan dan biasakanlah ia dengan Al-Quran. Ajarkan juga mengenai hak-hak orang tua. Kenalkanlah dengan tokoh2 teladan dalam Islam. Ajarkan norma2 dalam masyarakat, dan tak lupa kembangkan rasa percaya diri dan tanggung jawab. Pada 6tahun terakhir, perlakukanlah anak sebagai seorang yang telah dewasa. Yang tak kalah penting, kenalkanlah ia dengan teman yang baik. Sebetulnya poinnya tidak sesedikit ini, tapi yang sempat tercatat hanya yang telah saya tuliskan di atas. Maaf yaa.. 

        Pada akhir kajian, beliau membacakan tulisan indah dan cukup panjang, yang intinya adalah anak kita tanpa kita sadari memperhatikan apa-apa yang kita lakukan. Dan ternyata tindakan kita yang mereka perhatikan, lebih mudah untuk dipahami dan tertanam dalam diri anak, dibandingkan ucapan kita. Oleh karena itu hati-hati lah para orang tua dalam bertindak dan bertingkah laku.
Terakhir, beliau menutup dengan sebuah kalimat yang cukup dalam. Tutur beliau, “Yang penting itu bukanlah seberapa cerdas anak kita, namun lihatlah betapa cerdasnya anak kita”. Subhanallaah.

Selasa, 01 Desember 2009

Heboh kabar seorang siswi SMP berubah wujud jadi ular berkepala anjing usai menendang ibunya saat sholat, membuat suasana Dusun Sigambal, Desa Pinang Awan, Kec. Torgamba, Labuhan Batu Setalan (Labusel), mencekam. Warga yang biasanya lalu-lalang memilih berdiam diri di dalam rumah masing-masing.
Hasil penelusuran METRO ASAHAN (grup Sumut Pos) di desa tersebut, kejadian itu disembunyikan warga karena takut takut ikut kena kutuk. Tapi, menurut warga anak tersebut telah diboyong oleh seseorang ke Medan, karena tak tahan menanggung malu, karena setiap hari ratusan warga dari berbagai daerah berdatangan ingin melihat kejadian itu.



Ayam betina, pandai berkotek
Bertelur, di sangkar besi.
Waktu kecil , melarang nyontek,
Sudah  sarjana,  anti korupsi.


Kalau ada sumur di ladang
         jangan diintip gadis yang mandi
Koruptor akalnya panjang
            hakim dan jaksa diajak kompromi


Berburu ke padang datar
dapat rusa belang di kaki
Koruptor sakit diijinkan pesiar
uang rakyat dibawa lari

Berakit-rakit ke hulu
         berenangnya kapan-kapan
       Maling kecil sakit melulu
       maling besar dimuliakan

Bagaimana tebat, hendak diisi,
Sumber bocornya, ada di dasar.
Bagaimana pejabat, tidak lorupsi,
Biaya kampanye, terlalu besar.


          Belajar menghukum Koruptor bangsa ini harus berkaca kepada China. Ketika dilantik jadi Perdana Menteri China pada 1998, Zhu Rongji menyatakan, "Berikan saya 100 peti mati, 99 akan saya kirim untuk para koruptor. Satu buat saya sendiri jika saya pun melakukan hal itu."
Zhu tidak asal bicara. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis China, dihukum mati karena terlibat suap US$ 5 juta. Tanpa ampun. Permohonan banding Wakil Ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan.

Zhu di awal tugasnya mengirim peti mati kepada koleganya sendiri. Hu Chang-ging, Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, pun kebagian peti mati itu. Ia ditembak mati setelah terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar.
Xiao Hongbo dijatuhi hukuman mati,lelaki 37 tahun yang menjabat Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China, salah satu bank milik negara, di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati karena korupsi. Xiao telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan orang pacarnya.

Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional (AI), jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, yang mereka sebut sebagai suatu yang mengerikan. Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan Cina dari kehancuran. Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping, yang membantu suaminya meminta uang suap, dihukum penjara.
Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan. Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar.

Agaknya Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera. Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut,
Kini pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestic bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 300 miliar dolar AS.
Coba Kita punya orang seperti ini ya...

http://mehrir.blogspot.com/2012/12/b...l#.UW_zUmrz5z8\
BEIJING - Mantan Menteri Kereta Api China Liu Zhijun yang baru saja didakwa atas kasus korupsi, berniat mengganti pengacaranya. Keputusan itu diambil setelah jaksa tidak bisa menjamin keselamatan Liu dari vonis mati.

"Dia meminta saya untuk menjamin, dirinya tidak akan dijatuhi hukuman mati. Namun saya tidak bisa melakukan hal itu," ujar keluarga Liu, Gao Zicheng, seperti dikutip Beijing Times, Kamis (11/4/2013).

Liu pun memilih untuk menggunakan jasa pengacara selain Gao untuk mendampinginya di pengadilan. Namun aparat hukum China belum memberikan kabar lebih lanjut mengenai kasus itu.

Seperti diketahui, Liu dituduh bersekongkol dengan pengusaha bernama Ding Shumiao untuk mendapatkan penghasilan ilegal senilai miliaran Yuan. Liu juga diklaim menerima dana sebesar 60 juta Yuan atau sekira Rp94 miliar (Rp1.567 per Yuan).

Di bawah hukum China, hukuman mati bisa dijatuhkan pada seorang yang menerima dana suap sebesar 100 ribu Yuan (Rp156 juta). Dana yang diterima Liu jelas sangat besar, dan oleh karena itulah sulit bagi Liu untuk lolos dari hukuman mati.

Penanganan kasus korupsi Liu menjadi salah satu bukti kuat bahwa Pemerintah China yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping memang berkomitmen membasmi korupsi. Partai Komunis China juga menegaskan, mereka tidak akan memberikan keringanan terhadap para pelaku korupsi.

Sektor transportasi kereta di China memang sering didera sejumlah permasalahan. Dalam beberapa tahun belakangan ini, perusahaan kereta milik negara itu dinyatakan memiliki utang yang menumpuk. 
Belajar menghukum Koruptor bangsa ini harus berkaca kepada China. Ketika dilantik jadi Perdana Menteri China pada 1998, Zhu Rongji menyatakan, "Berikan saya 100 peti mati, 99 akan saya kirim untuk para koruptor. Satu buat saya sendiri jika saya pun melakukan hal itu."
Zhu tidak asal bicara. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis China, dihukum mati karena terlibat suap US$ 5 juta. Tanpa ampun. Permohonan banding Wakil Ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan.

Zhu di awal tugasnya mengirim peti mati kepada koleganya sendiri. Hu Chang-ging, Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, pun kebagian peti mati itu. Ia ditembak mati setelah terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar.
Xiao Hongbo dijatuhi hukuman mati,lelaki 37 tahun yang menjabat Deputi manajer cabang Bank Konstruksi China, salah satu bank milik negara, di Dacheng, Provinsi Sichuan, itu dihukum mati karena korupsi. Xiao telah merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 miliar sejak 1998 hingga 2001. Uang itu digunakan untuk membiayai kehidupan delapan orang pacarnya.

Xiao Hongbo satu di antara lebih dari empat ribu orang di Cina yang telah dihukum mati sejak 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi. Angka empat ribu itu, menurut Amnesti Internasional (AI), jauh lebih kecil dari fakta sesungguhnya. AI mengutuk cara-cara Cina itu, yang mereka sebut sebagai suatu yang mengerikan. Tapi, bagi Perdana Menteri Zhu Rongji inilah jalan menyelamatkan Cina dari kehancuran. Zhu tidak main-main. Cheng Kejie, pejabat tinggi Partai Komunis Cina, dihukum mati karena menerima suap lima juta dolar AS. Tidak ada tawar-menawar. Permohonan banding wakil ketua Kongres Rakyat Nasional itu ditolak pengadilan. Bahkan istrinya, Li Ping, yang membantu suaminya meminta uang suap, dihukum penjara.
Wakil Gubernur Provinsi Jiangxi, Hu Chang-ging, pun tak luput dari peti mati. Hu terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai Rp 5 miliar. Ratusan bahkan mungkin ribuan peti mati telah terisi, tidak hanya oleh para pejabat korup, tapi juga pengusaha, bahkan wartawan. Selama empat bulan pada 2003 lalu, 33.761 polisi dipecat. Mereka dipecat tidak hanya karena menerima suap, tapi juga berjudi, mabuk-mabukan, membawa senjata di luar tugas, dan kualitas di bawah standar.

Agaknya Zhu Rongji paham betul pepatah Cina: bunuhlah seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera. Dan, sejak ayam-ayam dibunuh, kera-kera menjadi takut,
Kini pertumbuhan ekonomi Cina mencapai 9 persen per tahun dengan nilai pendapatan domestic bruto sebesar 1.000 dolar AS. Cadangan devisa mereka sudah mencapai 300 miliar dolar AS.
Coba Kita punya orang seperti ini ya...

No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook