Saturday, January 11, 2014

OH CARA MEMBUANG NASIB SIAL H.M.Rakib, S.H., M.Ag



CARA MEMBUANG NASIB SIAL
H.M.Rakib, S.H., M.Ag

CARA MEMBUANG,   NASIB SIAL
BANYAKLAH, BERTAWAKKAL.
GUNAKAN  USAHA   DAN AKAL
SEDEKAHNYA,  BERSIFAT KEKAL

PERBANYAK, SHALAT TAHAJJUD
HILANGKAN,  SIFAT PENAKUT
SENYUMLAH, JANGAN CEMBERUT
SEDIH JANGAN,  BERLARUT-LARUT
Pada Majalah Setetes Hidayah penulis temukan:
Setetes hidayah bagi yang peduli dengan kebenaran dan penempuh ridho Allah

MENGAPA HIDUP SAYA SIAL TERUS

HIDUP SAYA SIAL TERUS
Mengapa hidupku, sial terus
Gagal apaun, yang diurus
Ujian berat,  terus berhembus
Walaupun akhirnya lulus.

Setetes hidayah itu menyatakan :”Kenapa ya hidup saya sial terus, sering kecopetan, ada juga yang sering tabrakan, sering celaka, kerja malah dipecat terus.  Kata orang saya disuruh melakukan ruwatan untuk membuang apes atau sial. Ada lagi yang berkata kata orang saya disuruh mandi kembang agar tidak sial terus. Ada juga yang berkata bahwa harus ganti nama karena nama tersebut tidak cocok atau keberatan nama. Dan masih banyak pendapat lain yang berkembang di masyarakat.
Inilah yang disebut tathoyyur yaitu meyakini adanya kesialan pada hari-hari tertentu berkait dengan hari kelahiran atau weton tertentu. Seperti misalnya akan merugi jika keluar bekerja atau berdagang pada hari Selasa. Atau akan tidak awet jika mulai bekerja pada hari kamis. Ada juga yang dihitung berdasarkan tanggal lahir dan wetonnya lalu dia tidak boleh berjalan ke arah utara pada hari tertentu dan tak boleh ke barat pada hari tertentu lainnya.
Ibnu Atsir berkata dalam An Nihayah makna, tathayur adalah merasa sial terhadap sesuatu, sedemikian sehinga dia membatalkan niat untuk melakukan sesuatu.
Tathoyur juga berarti percaya pada tanda tanda kesialan tertentu, misalnya ada burung gagak hitam pasti di kampung ini akan ada yang meninggal atau wabah. Jika kejatuhan tahi burung pasti akan sial. Orang Arab pun dulu mempercayai tanda-tanda dari burung. Maka dariitulah hal ini disebut tathayur. Tathayur diambil dari kata ‘thairun’ (artinya: burung), karena dahulu orang arab menganggap sial atau beruntung dikaitkan dengan burung. Ketika mereka bingung hendak ke kiri atau kekanan, mereka melepaskan burung, jika burung terbang ke arah kanan itu pertanda baik, maka mereka meneruskan perjalanannya, namun jika burung terbang ke arah kiri, itu pertanda sial, maka mereka membatalkan perjalanannya.
Tathoyur juga berarti percaya tempat-tempat tertentu menjadi angker atau sial karena peristiwa tertentu misalnya tempat bekas kecelakaan, sehingga diyakini tikungan tersebut menjadi angker. Atau melangkahi kuburan pasti akan sial. Atau jika kendaraan menabrak kucing pasti akan sial, padahal jika yang ditabrak ayam atau kambing tidak demikian.
Dari mana timbulnya perasaan dan anggapan seperti ini? Awal mulanya manusia lah yang meyakini adanya kesialan ini, kemudian setan membisiki ide ke dalam otak dan hati manusia untuk melakukan suatu ritual untuk membuang sial atau nasib apes ini. Ada yang menyebutnya ruwatan, tolak bala, buang apes dll. Ini semua tidak lain hanyalah tipu daya jin kafir bersama konco –konconya (teman nya).
Yang membisikkan was-was ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia” (Q.S. 114 : 5-6)
Setelah manusia bersedia melakukan ritual musyrik sesuai ide yang dibisikkan jin itu, maka kawanan jin dan bala tentaranya sepakat menghilankan gangguan itu. Maka seolah benarlah keyakinan tadi bahwa hal begini dan begitu mendatangkan sial, dan untuk menghilangkannya harus dilakukan ritual begini dan begitu.
Maka Islam melarang perasaan Tathayur ini karena merupakan bagian dari syirik. Mengapa termasuk syirik? Karena mempercayai adanya kekuatan lain yang menentukan nasib buruk dan nasib baik selain dari Allah.
Rasulullah s.a.w. bersabda, Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik, tidak ada seorang pun di antara kita melainkan (dalam hatinya terdapat hal ini), hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakalnya” (HR. Abu Dawud, no 3912, di shahihkan oleh Syaikh Al Albani)
Dari Abdullah bin Amr rSiapa yang mengurungkan niatnya karena thiyarah, maka ia telah berbuat syirik.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa tebusan bagi hal itu?” Beliau bersabda, “Hendaknya salah seorang mereka membaca, : ghoiruka ilaha wa laa thoiruka illa thoiro wa laa khoiruka illa khoiro laa Allahumma (Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang berasal dari-Mu dan tidak ada kesialan kecuali kesialan yang berasal dari-Mu yang telah Engkau tetapkan, dan tidak ada tuhan selain Engkau).” (H.R. Ahmad  Juz 2 hal 220) Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir dalam Ta’liq Musnad Ahmad no. 7045)
Dari ‘Imran bin Hushain bin Ali r.a., ia berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda : “Tidak termasuk golongan kami orang yang percaya tanda-tanda kesialan (tathoyur) atau datang bertanya kepada orang yang mempercayai tanda-tanda kesialan  (H.R. Al-Bazzar juz 9, hal. 52, no. 3578).
“Tapi bener lho mas setelah diruwat saya tidak sial lagi”. Sedangkan yang lain berkata : “Buktinya bener tuh setelah dikasih sesaji di tikungan tidak ada lagi yang kecelakaan”. Saya jawab : Lha ya memang benar terbukti begitu lha jin yang bikin bikin memang tujuannya agar sampeyan (Anda) pada percaya seperti itu!”.
Dari dulu pun fenomena nya juga sama. Aisyah r.a. juga pernah mengungkapkan hal yang sama.
Dari Aisyah, ia berkata, aku berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya para dukun pernah menceritakan kepada kami tentang sesuatu dan kami dapati bahwa yang mereka ceritakan itu benar terjadi”. Rasulullah s.a.w. bersabda, “Kalimat yang benar itu memang sengaja disambar dengan cepat oleh jin lalu dilemparkan ke telinga walinya (dukun), tetapi ia sudah menambah dengan seratus kebohongan“. [HR. Muslim juz 4, hal. 1750]
Ini adalah taktik paling basi dan paling kuno dari jin kafir sejak jaman dahulu kala. Walaupun basi dan kuno namun jin tahu bahwa taktik ini masih ampuh untuk memperdaya manusia. Karena manusia itu selalu cara fikirnya “empiris” seperti tadi itu yaitu dengan mencoba melakukan suatu ritual lalu terbukti benar. Maka manusia menyimpulkan itulah kebenaran.
Dari Mu’awiyah bin Hakam As-Sulamiy : , “Kami juga percaya pada tanda-tanda kesialan”. Rasulullah s.a.w. bersabda, “Itu sesuatu yang tidak disukai oleh seseorang diantara kalian, maka hal itu jangan sampai menghalangi (mengganggu) kamu sekalian“. [HR. Muslim juz 4, hal. 1748]
Padahal jin kafir memang memiliki kemampuan untuk merekayasa alam dan mencelakakan manusia. Jin bisa menahan air sungai hingga kering lalu membisiki di hati manusia agar membuang sesaji ke sungai. Setelah dilakukan buang sesaji ternyata betul sungainya mengalir lagi. Jin juga bisa merekayasa sawah menjadi tidak subur, lalu membisiki ke hati manusia agar menaruh sesaji di pojok-pojok sawah. Begitu pula jin mencelakakan manusia di tikungan jalan agar dikatakan angker / seram. Lalu membisiki manusia agar dibuat ritual atau ditaruh sesaji di tikungan. Ketika semua yang dibisiki jin itu dilaksanakan manusia ya tentu saja terbukti, lha jin yang bikin ulah sepakat tidak bikin ulah lagi. Maka percayalah manusia-manusia itu dengan tipu daya setan ini.
Memangnya jin bisa bikin ulah seperti ini? Ya iya lah. Manusia juga bisa bikin ulah seperti ini. Manusia juga bisa membendung aliran air agar tidak mengalir, mensabot panen gagal atau mendorong tubuh orang agar masuk ke jurang. Cuma bedannya jin gak keliatan jadi manusia ga tahu ketika dia berbuat. Manusia tahunya tiba-tiba terjadi demikian seolah tanpa sebab yang masuk akal. Jin memang suka membuat rekayasa kecelakaan sebagaimana hadits berikut :
Ibnu Abbas berkata: “Suatu hari seekor tikus datang menyeret kain yang dipintal kemudian dilemparkan ke hadapan Rasulullah s.a.w. yang sedang duduk di atas tikar. Kemudian kain dipintal yang dibawa tikus tadi terbakar persis sebesar uang dirham. Rasulullah s.a.w. Kemudian bersabda: “Apabila kalian tidur, matikanlah lampunya, karena syaithan seringkali berwujud seekor tikus” (H.R. Abu Dawud dengan sanad shahih)
Tapi ada tanda tanda penyebab kesialan yang boleh kita percayai. Misalnya perbuatan maksiat dan dosa itu mendatangkan kesialan.
Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya (H.R. Dailami)
Orang mungkin saja sering celaka karena akibat dosa besar yang dilakukannya. Kawan saya yang berbisnis Papan Reklame atau Billboard pernah roboh diterjang angin sehabis ia melakukan dosa besar. Ada juga yang lain beruntun mendapat musibah di jalan tol, pada awalnya kaca mobil pecah terkena batu dari pemotong rumput di jalan tak berapa lama tali kipas mobil putus dan menyambar pipa pendingin mesin hingga radiator bocor. Ternyata itu terjadi setelah ia melakukan dosa besar.
Tiada seorang hamba ditimpa musibah baik di atasnya maupun di bawahnya melainkan sebagai akibat dosanya (H.R. Abu Daud)
LaLu apa yang harus kami lakukan? Yang harus dilakukan adalah melakukan adalah memohon keselamatan dari rekayasa Jin terkutuk ini kepada Allah SWT. Pertama mohon ampun dan taubat nasuha kepada Allah. Karena sebagian musibah itu disebabkan oleh dosa kita.
Kedua mohon maaf, cium kaki dan cuci kaki bapak ibumu. Karena sebagian besar kesialan dan musibah itu akibat dosa kepada orang tua.
Ketiga, membaca Al-Baqarah di rumah-rumah dan tempat-tempat yang dianggap seram. Bacakanlah beberapa malam berturut turut agar jin-jin itu gerah dan tidak betah. Kumandangkan pula Adzan berkali-kali karena jin sangat tidak tahan mendengar adzan. Bacakanlah ayat-ayat ruqyah di rumah, ke badan kita dan ke dalam air untuk di minum.  Bersihkanlah rumah sebersih bersihnya karena jin menyukai tempat kotor. Sebarkanlah sedekah kepada fakir miskin, anak yatim sebanyak banyaknya karena sedekah itu mendatangkan rezeki sehingga terbuka rezeki Anda dan tidak merasa sial lagi.
Keempat bersikaplah teliti dan seksama dalam melakukan segala hal. Janganlah terburu-buru dan ceroboh. Periksalah berulang kali apakah segala sesuatu telah dirancang dan direncanakan secara seksama. Cek berulang kali apakah segala sesuatunya telah dilakukan dengan benar. Pikirkan ulang jangan-jangan ada hal yang terlewat dan tidak terpikirkan. Janganlah bersikap asal jadi dan terburu ingin cepat selesai.
Kelima, bertawakal kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak ALlah. Dan tak ada sesuatu oun kejadian di dunia ini tanpa sepengatahuan Allah. Maka Allah-lah yang mendatang kan ujian tersebut maka janganlah menghilangkan kesulitan itu kecuali bersama Allah juga.
Ibnu Mas’ud r.a.berkata,   وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ
Dan tidaklah salah seorang kita kecuali (terbersit thatayyur dalam hatinya) tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakkal.” (H.R. Abu Daud. Hadits ini dishahihkan oleh Nashiruddin Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, No. 429)

2 comments:

  1. Manfaat Belajar Mahabbah :


    > Mengunci pasangan agar setia dan memiliki hubungan asmara yang harmonis.

    > Baik untuk anda yang memulai perkenalan dengan seseorang yang baru anda temui agar cinta pada pandangan pertama

    > Menghilangkan kesialan dalam percintaan. sangat cocok untuk anda yang sering putus cinta, diselingkuhi kekasih / suami / istri & susah mendapatkan jodoh

    > Banyak orang yang mempercayai ucapan anda cocok untuk anda yang bekerja sebagai sales

    > Memancarkan daya tarik dan pesona yang sangat kuat

    > Disayangi dan dicintai banyak orang

    > Meluluhkan hati orang yang benci / marah kepada anda

    > Menundukan pasangan yang keras dan sulit diatur

    > Meluluhkan hati atasan yang suka marah - marah

    > Mempunyai daya tarik wibawa kharisma sehingga mampu mempengaruhi orang lain


    http://pelatihanintienergi.com/belajar-mahabbah.php


    0812 8202 7639 / 085 777 269 266

    ReplyDelete
  2. Saya begitu menyukai artikel yang disajikan dalam blog ini,
    Semoga sukses terus memberikan informasi bermanfaat utk semua orang.

    ReplyDelete

Komentar Facebook