Wednesday, March 5, 2014

Korupsi, bisa saja karena tututan istri. Atau sanak, kaum family.




Istri yang terlalu cinta uang,
Suaminya dibuat tunggang langgang.
Mengejar jabatan, malam dan siang,
Kadang-kadang, terjerat hutang.


AKAR SEGALA KEJAHATAN IALAH TERLALU CINTA KEPADA UANG
Mr.Rakib Jamari.LPMP Riau  Di Pekanbaru. 2014. Untuk Aswir sahabatku..



SUAMI JANGAN JADI HAMBA UANG  
anak   dan ISTERI YANG DURHAKA




                                 Korupsi, bisa  saja karena tututan istri.
Atau sanak, kaum family.
          Hidup mewah, kebanggaan diri.
            Sudah di penjara, baru mengerti.

        Awal tulisan ini, ketika penulis diminta orang memberikan nasehat perkawinan. Tentulah sebaiknya dikonsep dahulu, supaya terarah dan dan terdokumentasi.  Penulis selalu menceritakan tentang seorang istri menunggu suaminya pulang kerja. Membantu sang buah hati mengerjakan PR. Terdengar suara motor. Pertanda suaminya telah pulang. Disambut dengan penuh suka cita. Berebut menyambut kedatangannya. Wajahnya terlihat letih dan lelah. Sepanjang hari pekerjaan menumpuk. bukan senyuman yang didapat. Suami itu membentak istrinya. Istrinya membalas dengan senyuman. mencium tangan Sang Suami tercinta.


‘Ayah, sudah saya siapkan air hangat untukmu,’ kata Sang Istri.
Suaminya bergegas mengambil handuk. Suaminya terheran. Bentakannya dibalas dengan senyuman. Setelah usai mandi dan sholat. Letih dan penat telah hilang. Suami menghampiri istrinya. Ditelinga membisikkan kata, ‘Mah, maafin ayah ya..’ Suami istri itu saling berpandangan. Anaknya memeluk ibundanya dari belakang. Terdengar suara tertawa riuh. Air mata itu mengalir. Terasa damai dihati.

          Ketika kita melakukan perbuatan baik tetapi dibalas dengan cacian, berarti kita telah memasuki gerbang maaf, ikhlas, cinta dan kasih sayang. Maka tersenyumlah sebab itu adalah anugerah yang terindah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena Allah menempatkan diri kita pada derajat sebagai kekasihNya yang mampu mengolah kebencian menjadi kesejukan hati, mengolah cacian menjadi senyuman. Maka hidup ini terasa indah. Tersenyumlah!


Qs  Al- Muthoffifin : 1-5. Celakalah orang yang menipu..

Merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an yang banyak menyebutkan tentang kehinaan dan kerendahan dunia serta kenikmatannya yang menipu (manusia). Dunia hanyalah tipu daya, permainaan dan kesia-siaan belaka. Allah mencela orang-orang yang mengutamakan kehidupan dunia yang fana ini daripada kehidupan akhirat, sebagaimana dalam firman-Nya,
“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Naaziat: 37-39)
Dalam ayat yang lainnya Allah berfirman,

“Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’laa: 16-17)
Semua dalil-dalil, baik dari Al-Qur’an maupun as-Sunnah, mendorong seorang yang beriman untuk tidak terlalu bergantung kepada dunia dan lebih mengharapkan akhirat yang lebih baik dan lebih kekal.

Cinta akan uang, itu masalah yang serius.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)
Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu, batil, dan sekadar permainan. Yang dimaksud sekadar permainan adalah sesuatu yang tiada bermanfaat dan melalaikan. Ayat ini juga menunjukkan bahwa dunia adalah perhiasan, dan orang-orang yang terfitnah dengan dunia menjadikannya sebagai perhiasannya dan tempat untuk saling bermegah-megahan dengan kenikmatan yang ada padanya berupa anak-anak, harta-benda, kedudukan dan yang lainnya sehingga lalai dan tidak beramal untuk akhiratnya.

AKAR SEGALA KEJAHATAN IALAH TERLALU CINTA KEPADA UANG

Allah menyerupakan kehancuran dunia dan kefanaannya yang begitu cepat dengan hujan yang turun ke permukaan bumi. Ia menumbuhkan tanaman yang menghijau lalu kemudian berubah menjadi layu, kering dan pada akhirnya mati. Demikianlah kenikmatan dunia, yang pasti pada saatnya akan punah dan binasa. Maka barangsiapa mengambil pelajaran dari permisalan yang disebutkan di atas, akan mengetahui bahwa dunia ibarat es yang semakin lama semakin mencair dan pada akhirnya akan hilang dan sirna. Sedangkan segala apa yang ada di sisi Allah adalah lebih kekal, dan akhirat itu lebih baik dan utama sebagaimana lebih indah dan kekalnya permata dibandingkan dengan es. Apabila seseorang mengetahui dengan yakin akan perbedaan antara dunia dan akhirat dan dapat membandingkan keduanya, maka akan timbul tekad yang kuat untuk menggapai kebahagian dunia akhirat.

Kalo ketika kalian baca ayat-ayat di atas, Roh Kudus menyadarkan kalian, cepat-cepat bertobat guys!! Pegang janji Tuhan di Ibrani 6:13.
“Karena Allah telah berfirman: ‘Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.’”
“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6:10)

Alkisah ada seorang eksekutif muda yang berasal dari keluarga yang sangat berada. Harta keluarganya tak terhitung jumlahnya. Dan sebagai seorang eksekutif muda, dia juga mendapatkan gaji bulanan yang tidak sedikit. Akan tetapi pemuda ini masih merasa tidak puas akan seluruh kekayaan yang dia miliki sehingga dia melakukan korupsi di perusahaan yang dia pimpin.
Mengapa hal ini terjadi? Sang pemuda jelas tidak hidup berkekurangan, bahkan dia hidup dalam kelimpahan. Jumlah uang yang dia korupsi pun jauh lebih kecil daripada jumlah yang tertera di depositonya. Tanpa korupsi, dia dapat memenuhi keinginannya, entah itu membeli mobil atau gadget keluaran terbaru maupun pergi berlibur ke tempat-tempat eksotis di dunia. Lalu apa yang membuat pemuda tersebut nekat melakukan korupsi?

Firman Tuhan di atas mengatakan bahwa akar dari segala kejahatan adalah cinta uang. Mencintai uang dapat mendorong kita untuk melakukan berbagai kejahatan yang tidak masuk akal sekalipun. Tuhan Yesus bersabda, “tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Matius 6:24). Dari Firman di atas, jelas bahwa kita tidak dapat mengasihi Tuhan dan mencintai uang pada saat yang bersamaan. Ketika kita mencintai uang, kita menyembah mamon dan menjadi hamba uang. Hati kita pun dipenuhi oleh kerakusan dan ketamakan sehingga kita tidak akan pernah puas dengan apa yang telah kita miliki. Seperti eksekutif muda dalam kisah di atas, mata hatinya sudah dibutakan oleh kecintaannya akan uang sehingga dia berani menghalalkan korupsi demi memenuhi ambisi pribadinya, yaitu menimbun kekayaan bagi dirinya sendiri.

Apakah yang Alkitab katakan mengenai orang seperti ini? Dalam perumpamaan tentang orang kaya yang bodoh, di Lukas 12:13-21 Yesus mengatakan bahwa orang kaya yang menimbun harta di dunia bagi dirinya sendiri adalah orang yang bodoh karena suatu saat nyawanya akan diambil dan dia tidak akan dapat menikmati kekayaan tersebut karena dia tidak dapat membawa apapun bersamanya. Oleh karena itu Tuhan Yesus memperingati kita, "berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu"(Lukas 12:15). Tuhan Yesus mengajak kita untuk menimbun kekayaan kita di Surga dengan berbuat baik pada sesama dan melaksanakan kehendak Bapa. 

Generasi muda, emas dan perak adalah kepunyaan Tuhan. Dan Tuhan sedang mencari orang-orang yang dapat Dia percayai untuk Dia berkati secara berlimpah-limpah. Tuhan rindu untuk memberkati kita agar kita dapat memberkati orang lain, terutama mereka yang miskin dan membutuhkan. Apakah saudara mau berkata "ya Allah Bapa, berkatilah aku untuk menjadi saluran berkat-Mu bagi orang yang membutuhkan"? Biarlah kata-kata itu bukan hanya manis di mulut kita saja tapi kiranya kata-kata itu benar-benar keluar dari kerinduan hati kita untuk memberkati banyak orang demi kemuliaan nama Tuhan. Tuhan melihat hati kita, oleh karena itu “carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33).


Healing Quotes:
“Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)
TeamPortal (BY)

No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook