Wednesday, October 29, 2014

falasafah dalam berbeda pendapat



FALSAFAH  DAN ETIKA
BERBEDA PENDAPAT
Coretan M.Rakib  LPMP  Riau Indonesia 2014

 
"Berkelahi cara Melayu,
Menikam dengan pantun,
Menyanggah dengan senyum,
Merendah bukan menyembah
,
Meninggi bukan melonjak..." (Dato' Usman Awang)


Melayu itu orang yang bijaksana
Jauh dari, konflik berdarah
Permasalahan yang besar, terus ditarah
Menjadi kecil, lama-lama musnah
Bukan takut, kepada manusia
Hanya takut, kepada Yang Mahakuasa saja.
Nakalnya bersulam jenaka
Budi bahasanya tidak terkira
Kurang ajarnya tetap santun
Jika menipu pun masih bersopan
Bila mengampupun bijak beralas tangan
Berkelahi cara Melayu
Menikam dengan pantun
Menyanggah dengan senyum
Marahnya dengan diam
Merendah bukan menyembah
Meninggi bukan melonjak
Berdamai cara Melayu indah sekali
Silaturrahim hati yang murni
Maaf diungkap senantiasa bersahut
Tangan dihulur senantiasa bersambut
Luka pun tidak lagi berparut
Bagaimana Melayu diabad dua puluh satu
Masihkah tunduk tersipu-sipu
Jangan takut melanggar pantang
Jika pantang menghalang kemajuan
Jangan segan menentang larangan
Jika yakin kepada kebenaran
Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan
Jadilah bangsa yang bijaksana
Memegang tali memegang timba
Memilih ekonomi mencipta budaya
Menjadi TUAN di negara MERDEKA

Di forum ini banyak caci makian yang saling menghina bangsa Indonesia dan Malaysia , padahal kasus2 seperti Manohara , Ambalat , dan Tari pendet dah kelar & udah selesai walau masih ada sengketa kecil . harus nya kita bersatu , jangan pecah belah . lebih baik kita ramai2 bantu orang palestina agar merdeka & juga tempat2 yang saat ini dilanda perang ( Afghanistan , Kongo , Iraq , dll ).

1. Ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu di saat berbeda pendapat. Juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu.
2. Mengembalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitab Al-Qur’an dan Sunnah. Karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah berfirman yang artinya: “Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Kitab) dan Rasul”. (An-Nisa: 59).
3. Berbaik sangka kepada orang yang berbeda pendapat denganmu dan tidak menuduh buruk niatnya, mencela dan menganggapnya cacat.
4. Sebisa mungkin berusaha untuk tidak memperuncing perselisihan, yaitu dengan cara menafsirkan pendapat yang keluar dari lawan atau yang dinisbatkan kepadanya dengan tafsiran yang baik.
5. Berusaha sebisa mungkin untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah penelitian yang dalam dan difikirkan secara matang.
6. Berlapang dada di dalam menerima kritikan yang ditujukan kepada anda atau catatan-catatang yang dialamatkan kepada anda.
7. Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah dan fitnah.
8. Berpegang teguh dengan etika berdialog dan menghindari perdebatan, bantah-membantah dan kasar menghadapi lawan.


No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook