Thursday, December 31, 2015

JIKA MUSLIM, MENYEMBAH KAKBAH, SAAT ITU, KAFIRLAH SUDAH

SYAIR DAN PANTUN TENTANG BATU KA’BAH
DAN BATU HAJARAL ASWAD


Dr. Rakib Janmary. Pekanbaru Riau Indonesia

                                    JIKA MUSLIM, MENYEMBAH KAKBAH,
                                    SAAT ITU, KAFIRLAH SUDAH
                                    SANGAT DILARANG, OLEH RASULULLAH
                                    TIDAK PERNAH, DIPERINTAHKAN ALLAH

BERBEDA DENGAN PANDANGAN, ORANG LUAR
SEAKAN BATU KAKBAH, DIANGGAP MAHA BESAR
HARUS DILURUSAKAN, DENGAN SABAR
PENANYA YANG BODOH, SUKA BERTENGKAR


BATU KAKBAH, BUKAN DISEMBAH
HANYA TEMPAT, PENYATUAN ARAH
AGAR MUDAH, DALAM BERIBADAH
UMMAT TIDAK, TERPECAH BELAH


         HAJARAL ASWAD, BATU HITAM
       MENCIUMNYA, TIDAK HARAM
TIDAK PULA, DIWAJIBKAN
                          HANYA SUNNAT, MENURUT TUNTUNAN


BATU HITAM ITU, LAMBANG PERSATUAN
LIDAK LAPUK, KENA HUJAN
KENA PANASPUN, TETAP BERTAHAN
SEPERTI ITULAH, TUNTUNAN TUHAN


                         BATU KA’BAH, TIDAKLAH DISEMBAH
                         HANYA TEMPAT, PENYATUAN ARAH
                         MUDAH DALAM, BERIBADAH
                         UMAT TIDAK, TERPECAH BELAH

Kata Nabi  Isa kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.”
(Injil Matius 21:42)


        Batu Penjuru dalam ayat ini sama sekali tidak berhubungan dengan Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad) yang ada di salah satu pojok Ka'bah!  Ka'bah Dalam Al-Quran

        Tidak diketahui dengan pasti dari mana asal-usul Batu Hitam yang kini terdapat di bangunan Ka'bah. Menurut tradisi Islam, batu tersebut jatuh dari Surga. Ketika air bah di zaman Nuh melanda, batu itu hilang. Tetapi dikemudian hari ditemukan oleh Ibrahim. Sebagian umat Muslim juga percaya batu itu adalah meteorit.
Sebuah Hadits mengatakan, saat batu hitam itu jatuh dari Firdaus, warnanya lebih putih dari susu. Tetapi kemudian hitam karena dosa keturunan Adam. Menurut sejarah, Batu Hitam pernah dihancurkan oleh tentara-tentara pemberontak Islam hingga berkeping-keping.

        Mencium Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad) adalah kerinduan semua Muslim. Nyata jelas kerinduan itu ketika mereka menunaikan ibadah haji. Mereka berlomba bahkan rela saling dorong agar dapat mencium, atau paling tidak menyentuhnya. Sementara di sisi lain, Islam sangat melarang pemujaan berhala.
Apakah Batu Hitam atau Isa Al-Masih Merupakan “Batu Penjuru”?

        Injil, Rasul Besar Matius 21:42 bicara tentang “Batu Penjuru”. Seorang  Muslim yang mengunjungi situs ini, memberi komentar mengenai “Batu Penjuru”. Menurutnya, “Batu Penjuru” adalah Batu Hitam (al-Hajr al-Aswad), sehingga ayat ini menjadi bukti bahwa Injil-pun bicara tentang Ka'bah.

         Jelas “Batu Penjuru” yang disebut pada ayat di atas  sama dengan Batu Hitam yang terdapat di Ka'bah. Batu Penjuru yang terdapat dalam Injil merujuk JUGA pada Isa Al-Masih. Dia telah menjadi  DIIBARATKAN Batu Penjuru KAKBAH HAJARAL ASWAD yang dibuang (ditolak) dan dihancurkan (disiksa) oleh orang-orang yang menolak-Nya. “  Nabi Isa juga Nabi Muhammad menurut ulama, bagaikan  batu HITAM ITU yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--, namun ia telah menjadi batu penjuru” (Injil, Surat Para Rasul 4:11) Maaf apa yang ada dalam Injil, intinya sudah ada daalam Quran, sekaligus diluruskan oleh Al-Quran sebagai PERJANJIAN TERAKHIR The end of tastemen...Suhanallah...
         Nabi Isa menurut keyakinan sebagian orang, melalui kehancuran-nya (penyaliban-nya) disediakan jalan untuk menghilangkan dosa manusia.  “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan Allah” (Injil, Surat 2 Korintus 5:21). ELI-ELI LAMA SABACHTANI, Nabi tidak rela disiksa, "Oh Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan aku?

Keselamatan itu hanya dari Allah bukan dari  Batu Penjuru bukan pula dari Nabi Isa (Isa Al-Masih)

No comments:

Post a Comment

Komentar Facebook