Monday, February 29, 2016

RESENSI BUKU DALAM SYAIR dan PANTUN RAKIB JAMARI


RESENSI BUKU DALAM SYAIR dan PANTUN
RAKIB JAMARI
WI. LPMP  RIAU INDONESIA.
        
 Menurut pengalaman banyak orang (Selengkapnya :http://www.kompasiana.com/arsyadrahman/bedakah-sinopsis-dengan-resensi


             Meresensi Buku Itu  Pekerjaan  Menantang,
             Ketimbang membuat sinopsis yang dirancang,
             Meresensi buku membutuhkan ketajaman,
             Muali dari  nalar dan daya rangsasng.

Gunakan keunggulan intuisi untuk 'membaca'
Inti pikiran sang penulis apa adanya.
Ini alasan mengapa dan apa manfaatnya.
Orang mudah, memahaminya.

               Membuat resensi sebuah buku seseorang.
               Apa lebihnya, apa yang kurang.
               Berikan kritik , dengan terang benderang,
               Membuat penulisnya, merasa senang.

                Resensi biasa terdapat pada koran pada tajuk bedah buku, pembicaraan buku, atau tinjauan buku. Sebuah resensi terdiri dari kelebihan, kekurangan, dan apa yang didapat dari produk tersebut. Tujuan resensi adalah untuk menginformasikan sebuah produk dan untuk mengetahui apakah produk tersebut bagus apa tidak..kata Hedi Setiawan.

Resensi bisa menghabisi buku temannya
Jika mengamini alias menyanjung-nyanjung saja.
Orangpun akan bersinis-sinisan merasa iba.
Wajarlah dia sanjung-sanjung, sekedarnya.

               Sinopsis tak harus membahas secara keseluruhan,
               Sangat terkondisikan dari kekuatan fikiran.
               Magnet terkuat dalam ruas-ruas buku ditemukan.
               Semua ruasnya memiliki kualitas pesan.

Di dalamnya ada tulisan unggulan,
Dijadikan sebagai judul dibanggakan.
Bukanlah semata-mata pembahasan,
secara penuh akan ada penekanan.

                Sebuah Buku, sangat tergantung kepada 'selera'
                Pe-resensi, bisa suka dan tidak suka,
                Di sudut pandang apa yang berharga,
                Paling menarik dan menantang jiwa.

Orang yang membuat risensi, dialah yang menentukan, dialah pengendalinya dan dialah pelaku penilaian terhadap sebuah buku. 3. Sebuah sinopsis yang baik ketika penulisnya 'melalaikan' aturan yang ada. Paling nyaman jika penulis sinopsis memaparkan keinginan-keinginan sesuai apa yang wajib sinopsiskan. Sekali lagi ini membutuhkan seni, bukan aturan-aturan yang tak fleksibel itu yang membuat 'tukang sinopsis' grogi dan tak pas dengan apa yang harus disinopsis. 4. Sinopsis dan resensi adalah pekerjaan mudah sekaligus pekerjaan sulit, tapi percayalah tidak ada aturan yang mengikat dari keduanya. Andapun tak akan dipenjara jika tak mengikuti aturan yang ada. Tak ada Undang-Undang pembuatan sinopsis dan resensi sebuah buku. Inilah cara pandang saya terhadap sinopsis dan resensi buku, jika kita berbeda maka hal itu adalah manusiawi. Dan jika pendapat kita identik, itu juga hal manusiawi. Yang pasti, yang terbaik adalah ketika membuat sinopsis penuh keyakinan, percaya diri dalam menuliskan pesan-pesan penting dalam sebuah buku.




BINATANG APAKAH YANG BERNAMA SINOPSIS KULITNYA TEBAL, ATAU TIPIS

BINATANG APAKAH YANG BERNAMA SINOPSIS
KULITNYA TEBAL, ATAU TIPIS
MUNGKIN PULA, SEBUAH ISTLAH POLITIS
BISA SAJA, MERUPAKAN RINGKASAN KRITIS

  Sinopsis adalah ringkasan cerita dari sebuah novel. jika kalian ingin membuat sinopsis, jangan lupa tentukan dulu Tema, Latar, Alur, dan Penokohannya..
Tema : gagasan pokok, pokok cerita
Latar : tempat dan waktu terjadinya peristiwa    
Alur : jalan cerita
penokohan : pelaku cerita

Contoh Novel Fiksi  : CINTA PERTAMAKU DITILANG NENEK SIHIR
                           (Misteri Di Lembah Bukit Ranah Singkuang)

Karya              : Dr.H.Muhammad Rakib,S.H.,M.Ag

1.      Gagasan pokok, bahwa mencintai lawan jenis merupakan bagian dari perjuangan seseorang dalam mencapai cita-citanya.(Pelaku utamanya Sang Penyair kecil)
2.      Latar tempat dan waktu terjadi peristiwa:  Latar belakangnya ialah, ketika sang penyair diwisuda sebagai tamatan s3 di program Doktor UIN Suska Riau, bertemulah Sang penyair dengan ASRL yang terpisah 36 tahun sebelumnya. ASRL membisikkan bahwa Nenek Sihir dimana Sang Doktor baru itu, perneh menginap di gubuknya, kini Nenek itu dibuang oleh anaknya dari keluarganya, karena takut ketularan ilmu hitan yang dapat diwariskan. Sang penyair terkejut, karena teringat jasa nenek Sihir, tapi juga teringat gadis cantik, tetangga Nenek Sihir itu..Lalu sang penyair, doktor baru itu, dengan memkai mobil type terbaru , meluncur ke lembah Bukit Ranah Singkuang, mencari keduanya,untuk dapat bertemu kembali.

3.      Tempatnya adalah di lembah bukit Ranah Singkuang di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar Riau daratan Indonesia. Waktunya: Dari tahun 1974 sampai tahun 2016.


4.      Alur ceritanya: Di saat mendapatkan bisikan bahwa Nenek itu ditelantarkan, dan Gadis cantik tetangg Nenek Sihir itu, sudah diceraikan oleh suaminya, Sang penyair sebagai doktor baru yang mempunyai kedudukan hebat di ibu kota provinsi, teringat kembali kisah cintanya 30 tahun yang lalu. Putri Maharani, ketika masih gadis cilik, umur 10 tahun, selalu memberikan sesuap nasi kepada sang penyair yang malang, yang menumpang tinggal di gubuk Nenek Sihir. Tapi kini kisahnya jadi berbalik, Sang penyair yang sukses di kota, ingin membantu Putri Maharani dan Nenek Dukun yang kini hidup menderita. Sang penyair akhirnya datang, bak seorang pahlawan yang siap membela orang yang teraniaya, lebih-lebih lagi orang yang dahulu pernah berjasa kepadanya.

5.      Pesan moral dari Novel ini:

Ketika orang lain dalam kesusahan, jangan terlalu dihina, apalagi disakiti, siapa tahu suatu saat nanti, orang yang anda hina dan aniya, jusgtru dialah yang akan membantu. Mungkin hidupnya jauh lebih sukses dibandingkan hayaalan banyakm orang sebelumnya.(Dr.M.Rakib Jamari, S.H.,M.Ag).



TUKAR INFORMASII PISAH 36TH BERTEMU DI ACARA WISUDA

SALAT SELESAI WISUDA (M RAKIB) di UIN Suska Riau Indonesia,16

JALAN SEMPIT,GRIMIS TURUN, WISUDA (M RAKIB) SELESA 2016

Saturday, February 27, 2016

OBAT PENYAKIT ROHANI PEMALAS (KULIAH Dr. M. Rakib Jamari)

MENUNGGU PELANTIKAN DOKTOR KE 22 (M Rakib, S H )

AZWAR AZIZ DAN M RAKIB, BERSIAP SIAP DIARAK PAKAI KOMPANG

PANTUN DAN SYAIR WISUDAWAN Dr.Drs.H.Muhammad Rakib, S.H.,M.Ag

PANTUN  DAN SYAIR  WISUDAWAN

Dr.Drs.H.Muhammad Rakib, S.H.,M.Ag
UIN Suska Riau Indonesia 27-2-2016

Pernah anda, meneliti pakaian toga ?
Jangan pernah salah guna 
Diteliti dahulu, mode dan bentuknya,
Toga sangat tak modis serta  sekedarnya saja.

                   Tidak ada yang memakainya ke pesta,
                   Bernuansa akademis, tetap saja ada,
                    Dahulu  anda tamat TK.
                   Tidak  jadi  aneh kelak terlihatnya.

Bentuk toga tak modis dan mencengangkan,
Tetap saja,  paling dinantikan,
Untuk dipakai siapa yang menamatkan,
Menempuh ilmu di bangku perkuliahan.

                    Toga adalah pakaian resmi,
                    Yang dipakai dalam seremoni.
                    Upacara wisuda waktu kelulusan akademi,
                    Dari kuliah, yang sabar dan berani.

Di balik bentuknya yang lapang,
Toga punya sejarah filsafat yang panjang.
Tidak untuk semua orang,
Untuk penuntut ilmu yang dapat peluang.

SEJARAH TOGA

                  Dikaitkan dengan bangsa romawi,
                  Sejenis jubah pribumi italia,
                  1200 tahun Sebelum Masehi,
                  Berbentuk jubah, panjang sekali.

Sepanjang 6 meter  hebat sungguh,
Sebatas dililitkan ke tubuh.
Walau tak praktis, tapi teguh,
Satu-satunya pakaian sarjana yg kukuh.

               Sejarah toga sesudah itu berkembang,
               Di romawi waktu toga dipakai banaayak orang.
               Sehelai mantel wol tebal yang kembang,
               Dikenakan sesudah celemek yang terang.

Sejak era Numapompilius,
Raja Roma yang kedua yang serius.
Toga ditanggalkan di dalam ruangan kampus,
Ketika melakukan pekerjaan berat sedang diurus.


               Perihal ini terbukti dalam sesuatu cerita cincinnatu yang adalah seorang petani, waktu ia masih membajak ladangnya, ia kedatangan para utusan senat dengan tujuan untuk mengabari dirinya telah dijadikan diktator atau penguasa. diceritakan dalam riwayat itu, begitu Cincinnatu lihat mereka, dia serta merta menyuruh isterinya mengambilkan pakaian toganya dari tempat tinggal untuk dikenakannya hingga utusan-utusan itu bisa disambut dengan layak. cerita tentang cincinnatu ini sebenarnya belum dapat diuji validitasnya, namun hadirnya cerita itu justru semakin menunjukkan sentimen penghormatan bangsa romawi terhadap toga.

Thursday, February 25, 2016

LATIHAN WISUDA GLADI RESIK Lap M Rakib jAMARI. LPMP RIAU

SAAT AKAN  GLADI RESIK TERINGAT KETIKA DIPELONCO TERAKHIR DALAM BENTUK PERBAIKAN DISERTASI
DISERTASI SEBAGAI LADANG PEMBANTAIAN

                     Disertasi menjadi, ladang pembantaian
                     Jika pembimbingnya, melalaikan.
                     Biaya dan waktu, habis tergadaikan
                     Membuat setress, yang jadi korban.

Massa’ disertasi, diperiksa titik koma,
Tidak diperiksa, pola pikirnya
Falsafah berfikir, terkendala
Budaya intelektual, menjadi rendah.
 Saran Memilih Dosen Pembimbing Skripsi
Skripsi/tugas akhir merupakan syarat yang diperlukan oleh mahasiswa untuk lulus dari perguruan tinggi. Skripsi pada jurusan teknik sipil bisa berupa penelitian ataupun analisis data. Skripsi itu gampang-gampang susah, butuh mood yang bagus untuk bisa mengerjakannya, karena biasanya skripsi itu tanpa deadline.
Memilih Dosen Pembimbing Skripsi
Memilih dosen pembimbing skripsi juga gampang-gampang susah. Diperlukan berbagai pertimbangan agar kita tidak salah langkah yang ujung-ujungnya telat lulus. Sebelum memutuskan untuk memilih dosen skripsi, silakan baca beberapa saran berikut ini:
1. Pilihlah dosen yang sesuai bidang yang Anda minati.
Jika Anda memilih skripsi struktur, maka pilihlah dosen yang mengajar ilmu struktur. Jika Anda memilih skripsi manajemen, maka pilihlah dosen yang mengajar manajemen, dst. Itu sudah hukum alam. Jika Anda memilih skripsi struktur dan berharap bimbingan pada dosen manajemen, maka celakalah. Bisa-bisa Anda tidak mendapatkan apa-apa.
2. Pilihlah dosen yang benar-benar expert/master
Memilih dosen yang expert/master adalah sangat dianjurkan. Karena dosen seperti ini bisa menjadi pembimbing yang baik. Dosen yang expert mengerti semua persoalan yang dihadapi mahasiswa. Sehingga dalam pemecahan masalah, tidak perlu lagi bertanya pada dosen lain. Dosen yang expert biasanya sangat disegani oleh dosen-dosen lainnya, ini akan sangat membantu Anda ketika menghadapi sidang.
3. Pilihlah dosen yang mementingkan mahasiswa
Tidak semua dosen mementingkan mahasiswa. Banyak dosen yang lebih mementingkan proyek di luar ketimbang memikirkan mahasiswa yang dibimbingnya. Proyek di luar jelas-jelas lebih menguntungkan daripada menjadi dosen pembimbing Anda. Alangkah baiknya dosen yang mementingkan mahasiswa. Hidupnya benar-benar didedikasikan untuk mendidik. Terpujilah dosen-dosen yang seperti itu.
4. Pilihlah dosen yang sering berada di kampus
Dosen juga manusia biasa. Mereka juga punya kehidupan sendiri. Tidak selamanya dosen berada di kampus. Ada dosen yang juga menjadi dosen tamu di kampus lain. Dosen seperti ini susah ditemui untuk konsultasi karena terlalu sibuk. Ada juga dosen yang sering berpergian ke luar kota/luar negeri karena alasan proyek atau mengisi kegiatan di tempat lain. Maka dari itu, pilihlah dosen yang sering berada di kampus untuk memudahkan jadwal konsultasi.
5. Pilihlah dosen killer sekalian
Dosen killer adalah sebutan untuk dosen yang mengerikan. Dosen yang punya peraturan sendiri dan pelit terhadap nilai. Dosen menjadi killer karena merasa dirinya terlalu tinggi dan menganggap bodoh semua mahasiswa. Mengapa kita harus memilih dosen killer? Agar nanti ketika sidang, dosen killer tersebut tidak menjadi dosen penguji kita, cukuplah ia menjadi dosen pembimbing saja. Dan Anda tidak akan terlalu kaget dengan gertakan dosen penguji Anda karena sudah terbiasa dengan dosen pembimbing yang killer.
Ingat, dosen hanyalah sebagai pembimbing Anda. Kelulusan Anda, Anda sendiri yang menentukan.

Wednesday, February 24, 2016

SEKEDAR BELAJAR MEMAKAI TOGA


Coba coba menanam mumbang
moga moga jadi kelapa
coba coba bertanam sayang
moga moga menjadi cinta


INI SEKEDAR BELAJAR MEMAKAI TOGA. BELUM YANG SEBENARNYA
TERASA ADA YANG KURANG PADA ACARA COBA-COBA INI. COBA BANDINGKAN NANTI DENGAN YANG SEBENARNYA. MASIH ADA YANG TERBALIK. HE HE YANG SEBENARNYA, MASIH LAMA LAGI.
         Mungkin , setiap orang boleh menentukan pilihannya sendiri. Apakah hendak menjadi orang dari kelompok sabar, rajin, atau memang cerdas sejak lahir.. Tetapi, mari kita lihat sekali lagi apakah kita benar-benar sudah menentukan pilihan secara tepat. Fokusnya bukanlah kepada apakah pandangan yang satu lebih tepat dari pandangan yang lainnya. Melainkan, apakah kita sudah menempatkan pandangan kita itu secara tepat. Itu saja. Boleh jadi kedua pandangan ekstrim itu benar adanya. Dan jika kita bisa menempatkan keduanya – apapun pilihan kita – pada tempat dan situasi yang tepat, itu pasti akan menjadi kekuatan yang sangat sulit untuk digoyahkan.

Apa yang bisa kita lakukan disini adalah belajar dari kedua jenis manusia dengan kedua pandangan yang berbeda itu. Pertama, mari kita belajar dari orang yang tidak percaya pada keberuntungan. Mereka yang tidak percaya keberuntungan mempunyai sikap kemandirian yang mengagumkan. Mereka adalah pengambil resiko yang berani. Dan semangatnya, tidak mudah dipatahkan. Ketika orang-orang dari jenis ini menghadapi kegagalan, maka apa yang mereka katakan kepada dirinya sendiri adalah:”Gue kurang persiapan.” atau â€Gue mesti berusaha lebih keras lagi.” Atau â€Lain kali akan gue coba lagi”.Mereka begitu percaya bahwa jika mereka melakukannya dengan lebih baik lagi, maka mereka pasti akan berhasil. Mereka juga bukanlah orang-orang yang bermental ’blamming’. Menyalahkan orang lain. Jika mereka gagal, maka menyalahkan orang lain atas kegagalannya bukanlah gaya mereka. Sekalipun orang lain bahkan memang melakukan sesuatu untuk mengganjalnya dari perjuangan meraih keberhasilan; orang-orang dari jenis ini tetap tidak terpancing menyalahkan orang lain. Mereka, dengan sangat mengagumkannya, mengatakan:”Gue kurang hati-hati dengan kemungkinan itu. Lain kali, gue tidak bakal bisa dikibulin lagi”
.
Perhatikan sekali lagi; pandangan mereka selalu mengarah kepada ’perbaikan’ dari dalam diri mereka sendiri. Introspeksi, jika anda ingin menyebutnya demikian. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika kita menemukan orang-orang dari jenis ini selalu bersemangat untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Mereka tidak mungkin pernah berdiam diri dari ’memperbaiki diri’. Semangat mereka, tidak pernah padam.
Berada ditengah-tengah orang yang seperti ini, anda akan dilingkupi oleh sikap optimis. Sungguh, tak kan pernah anda temui orang-orang dari jenis ini dihantui oleh pesimisme. Mereka bahkan selalu mampu menemukan sisi optimistik dari situasi yang paling sulit sekalipun. Dan mereka, tidak akan pernah berhenti, hingga mereka benar-benar berhasil. Berada ditengah-tengah mereka. Membuat anda tertular dahaga untuk berbuat. Berusaha. Memperbaiki diri. Dan bangkit lagi. Dan bangkit lagi.
Dalam konteks kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai keberhasilan kita; bagaimanapun situasinya. Berapapun harganya. Sesulit apapun kondisinya. Seberat apapun tantangannya. Kita pantas belajar dari manusia jenis ini. Dan jika kita bisa meniru mereka; apakah ada kemungkinan kita akan gagal? Tidak. Pasti kita berhasil. Karena mereka yang terus-menerus memperbaiki diri. Pantang menyerah. Bangkit. Dan bangkit lagi. Bagi mereka; keberhasilan itu merupakan sebuah keniscayaan. Sebuah kepastian.


SUASANA DALAM SPEED BOAT ALITA (M RAKIB DAN FAJAR)

SUASANA DALAM SPEED BOAT ALITA (M RAKIB DAN FAJAR)

Naik ojek di Bengkals, menuju Twin penginapan penawas sekolah

PERCIKAN AIR SAAT DALAM SPEED ALITA BENGKALIS M RAKIB

Sunday, February 21, 2016

ISTRI YANG RELA MENEMANI SUAMI DALAM KUBUR Sekedar catatan ringan M.Rakib Jmari

DICARI ISTRI YANG RELA
MENEMANI SUAMI DALAM KUBUR
Sekedar catatan ringan M.Rakib Jmari

                UKIR-UKIR BULUH SUMPITAN
                PAKAI ROTAN, DIBELAH DUA.
                PIKIR DAHULU, KEUNTUNGAN\
                MENYESAL KEMUDIAN, TIDAK BERGUNA.

BASAHAN MANDI, DI PERIGI
SEHABIS MANDI, DIBAWA PULANG
AMAL IBADAH, DIBAWA MATI
ISTRI YANG TINGGAL, DIKAWINI ORANG

Ini  Kisah Dikutip dari CSS MoRA ITS  20 September 2012 · 
           Pada suatu hari, di  saat sang suami merasa dekat mau meninggal:
Dipanggillah istri ke-4 yang cakep & ditanya,
"Maukah ikut menemaninya ke alam kubur?"
Si istri menjawab,
"Sorry, cukup sampai disini saja Saya ikut dengan mu."
Saat istri yang ke-3 dipanggil & ditanya hal yang sama,
maka dijawab,
"Sorry, Saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat & paling jauh sampai di rumah duka."
Kemudian dipanggillah istri ke-2 & ditanya hal yg sama,
maka dijawab,
"Baik, Saya akan menemanimu tapi hanya sampai keliang kubur, setelah itu
Good Bye."
           Suami Sungguh Kecewa Mendengar Semua Itu,
tetapi inilah kenyataan kehidupan & menjelang kematian .
Lalu dipanggil lah istri ke-1 & ditanya hal yg sama, ternyata dia rela menemani dalam kubur sampai ke akhirat..
si suami terperangah, tak menyangka dijawab istri ke-1, sangat mengejutkan.
"Saya akan menemani kemanapun kamu pergi & tetap mendampingimu."
Anda Mau tahu Apa & Siapa para istri itu diibaratkan , istri ke 1 sampai ke 4 itu ?
Istri ke 4 adalah Ibarat Harta Kekuasaan & Kekayaan.
Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.
Istri ke 3 adalah Temen2 kita.
Mereka hanya akan mengantar jasad kita hanya sampai di kamar mayat atau rumah duka saat di semayamkan.
Istri ke 2 adalah Keluarga, Saudara & Temen Dekat kita.
Mereka akan mengantar kita sampai dikuburan,
dan akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur & ditutup dengan tanah.
Istri ke 1 itu adalah  sedekah jariyah dan semua kebaaikan  kita selama hidup di dunia, selalu kita sia-siakan. Yang selau disia-siakan justru, dia yang menolong..

Karena apa yang disemai itu juga yang akan dituai.

INILAH KESALAHAN PERGURUAN TINGGI, 7IDAK MENGURANGI PENGANGGURAN

PANTUN PAK RAKIB
Dr.Drs.Haji M.Rakib Jamari,S.H.,M.Ag.Pekanbaru Riau Indonesia. 2016


                     Banyaklah  amoi,  menjahit celana,     
                      Sesudah menjahit, memakan bubur.
           Banyak orang, jadi sarjana,
               Lebih banyak, jadi penganggur.
Terlalu panas, makan bubur,
Akan merusak, kekuatan gigi.
Jika sarjana, banyak menganggur,
Yang salah adalah Perguruan Tinggi.

        Harimau belang,  turun sekawan
Mati ditikam, di bukit batu.
                   Belajar ilmu akhirat,  janganlah segan
                  Baik yang sunnat, maupu yang  fardu

Ramai orang menggali perigi,
Tangganya  buluh, dikerat-kerat.
Ilmu dicari,  tak akan rugi
Buat bekal,  dunia akhirat

             Kalau Tuan pergi ke Tembilahan,
             Bisa berhenti, setiap masa.
          Sembahyang itu perintah Tuhan
              Bekerja keras, kewajiban manusa.

Kera di hutan, berlompat-lompat
Si pemburu, terinjak duri.
Hina sungguh sifat mengumpat
Melupakan kesalahan, diri sendiri.

     Daun terap, di atas dulang
                     Anak udang , dimakan ikan gulama.
              JIL liberal mengapa terlarang,
                                Karena kebebasannya, melanggar agama.


Redup bulan nampak nak hujan
Pasang pelita sampai berjelaga
Hidup mati di tangan Tuhan
Tiada siapa dapat menduga.

Saturday, February 20, 2016

OBAT LESBI LGBT Kuliah Dr.Haji M.Rakib,S.H., Pknbaru Riau Ind 2016

OBAT dan ANTISIPASI PENYAKIT LGBT Oleh Dr.Haji M.Rakib Jamari, S.H.



OBAT dan ANTISIPASI PENYAKIT  LGBT

Oleh Dr.Haji M.Rakib Jamari, S.H.,M.Ag. LPMP Riau Indonesia

Antisipasi Penyakit LGBT ialah : 1. Jangan berdekat dekatan 2. Jangan berduaan berada di tempat yang sepi. 3. Laki-laki tidak boleh memmakai pakaian perempuan.

Syaikh Nabil Muhammad Mahmud menyatakan:
DALIL DARI SUNNAH TENTANG HARAMNYA LGBT
[a]. Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya” [HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]

[b]. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth” [HR Ibnu Majah : 2563, 1457. Tirmidzi berkata : Hadits ini hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]

[c]. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)” [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]

[d]. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Allah tidak mau melihat kepada laki-laki yang menyetubuhi laki-laki atau menyetubuhi wanita pada duburnya” [HR Tirmidzi : 1166, Nasa’i : 1456 dan Ibnu Hibban : 1456 dalam Shahihnya. Keterangan : hadits ini mencakup pula wanita kepada wanita]

        Nah bagian Sejarah Tentang Penyakit Pelacuran .- Pelacuran telah terjadi  sejak zaman AHOLA DAN OHALIBA dinyatakan Kitab Yeheskiel pasal 16 ayat 35 Perjanjian lama. Digambarkan bahwa kemalauannya seperit emisi keledai dan kuda. Nah kejiadiannya ada di sepanjang sejarah manusia. Namun menelusuri sejarah pelacuran di Indonesia dapat dirunut mulai dari masa kerajaan-kerajaan Jawa, di mana perdagangan perempuan di pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan feodal (Hull; 1997:1-22).
Dua kerajaan yang sangat lama berkuasa di Jawa berdiri tahun 1755 ketika kerajaan Mataram terbagi dua menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanana Yogyakarta. Mataram merupakan kerajaan Islam Jawa yang terletak di sebelah selatan Jawa Tengah.



Pada masa itu, konsep kekuasaan seorang raja digambarkan sebagai kekuasaan yang sifatnya agung dan mulia (binatara). Kekuasaan raja Mataram sangat besar. Mereka seringkali dianggap menguasai segalanya, tidak hanya tanah dan harta benda, tetapi juga nyawa hamba sahaya. Anggapan ini apabila dikaitkan dengan eksistensi perempuan saat ini mempunyai arti tersendiri.

Raja mempunyai kekuasaan penuh. Seluruh yang ada di atas Jawa, bumi dan seluruh kehidupannya, termasuk air, rumput, daun, dan segala sesuatunya adalah milik raja. Tugas raja pada saat itu adalah menetapkan hukum dan menegakkan keadilan; dan semua orang diharuskan mematuhinya tanpa terkecuali. Kekuasaan raja yang tak terbatas ini juga tercermin dari banyaknya selir yang dimilikinya. Beberapa orang selir tersebut adalah puteri bangsawan yang diserahkan kepada raja sebagai tanda kesetiaan.

Sebagian lagi merupakan persembahan dari kerajaan lain, ada juga selir yang berasal dari lingkungan keluarganya dengan maksud agar keluarga tersebut mempunyai keterkaitan dengan keluarga istana.

Sebagian selir raja ini dapat meningkat statusnya karena melahirkan anak-anak raja. Perempuan yang dijadikan selir tersebut berasal dari daerah tertentu yang terkenal banyak mempunyai perempuan cantik dan memikat. Reputasi daerah seperti ini masih merupakan legenda sampai saat ini. Koentjoro (1989:3) mengidentifikasi 11 kabupaten di Jawa yang dalam sejarah terkenal sebagai pemasok perempuan untuk kerajaan; dan sampai sekarang daerah tersebut masih terkenal sebagai sumber wanita pelacur untuk daerah kota.


Daerah-daerah tersebut adalah Kabupaten Indramayu, Karawang, dan Kuningan di Jawa Barat; Pati, Jepara, Grobogan dan Wonogiri di Jawa Tengah; serta Blitar, Malang, Banyuwangi dan Lamongan di Jawa Timur. Kecamatan Gabus Wetan di Indramayu terkenal sebagai sumber pelacur; dan menurut sejarah daerah ini merupakan salah satu sumber perempuan muda untuk dikirim ke istana Sultan Cirebon sebagai selir. (Hull, at al. 1997:2).


Makin banyaknya selir yang dipelihara, menurut Hull, at al. (1997:2) bertambah kuat posisi raja di mata masyarakat. Dari sisi ketangguhan fisik, mengambil banyak selir berarti mempercepat proses reproduksi kekuasaan para raja dan membuktikan adanya kejayaan spiritual. Hanya raja dan kaum bangsawan dalam masyarakat yang mempunyai selir. Mempersembahkan saudara atau anak perempuan kepada bupati atau pejabat tinggi merupakan tindakan yang didorong oleh hasrat untuk memperbesar dan memperluas kekuasaan, seperti tercermin dari tindakan untuk memperbanyak selir. Tindakan ini mencerminkan dukungan politik dan keagungan serta kekuasaan raja. Oleh karena itu, status perempuan pada zaman kerajaan Mataram adalah sebagai upeti (barang antaran) dan sebagai selir..




Thursday, February 18, 2016

JANGAN MENJADI BANGSA PEMALAS Oleh Dr.Drs.Mhd.Rakib,S.H.,M.Ag Simaklah pantunku ini



INTISARI PENDIDIKAN KARAKTER IALAH
PENANAMAN PRINSIP JANGAN MENJADI BANGSA PEMALAS

Oleh Dr.Drs.Mhd.Rakib,S.H.,M.Ag
Simaklah pantunku ini

KALAU MENUMIS, DAUN KATU,
JANGAN DITUMIS, DAUN TALAS
PENDIDIKAN AHANYA, AKAN BERMUTU
APABILA MENGIKIS, SIKAP PEMALAS

JIKA TUAN MENCARI KUTU
JANGAN TERLALU, DEKAT BUBUR
JIKA INGIN PENDIDIKAN BERMUTU
KURANGILAH WAKTU LIBUR

Tolong..tolong:
1.      Tolonglah perhatikan, bahwa apabila kita ingin sejajar dengan masyarakat dunia, kikislah kurikulum yang tidak mengikis sikap pemalas, alias banyak teori sedikit praktek. Kemudian  standar kerja yang harus kita lakukan harus sama dengan standar internasional.
2.      Tolonglah direformasi, bahwa selama ini pendidikan kita terlalu terlena dengan  belajar PAKEM yang menyenangkan, tapi sikap kerja yang santai. Hari libur sekolah-sekolah  kita cenderung lebih lama dibandingkan dengan negara-negara lain. Untuk libur Idul Fitri, lantai bursa bisa libur sampai tujuh hari. Ini yang membuat Presiden bertanya-tanya, apakah libur selama itu tidak akan mengganggu perekonomian nasional.
        Di tengah dunia yang berlari kencang, libur yang begitu lama tentunya membuat kita kehilangan banyak kesempatan. Di tengah antusiasme yang besar dari para pemilik modal dunia untuk masuk ke pasar modal Indonesia, tentunya libur panjang membuat para investor pasti terheran-heran.
Kita memang selalu cepat untuk menyesuaikan dengan gaya negara-negara yang maju. Ketika orang lain bekerja hanya lima hari kerja setiap minggu, kita cepat mengubah hari kerja dari enam hari menjadi lima hari. Ketika ada hari terjepit di antara dua hari libur, kita memerpanjang menjadi libur resmi dengan alasan daripada karyawan juga bolos bekerja.

Seringkali kita tidak memahami konteks bangsa lain menerapkan pola seperti itu. Bahkan yang mengkhawatirkan, kita tidak mau mengerti bagaimana bangsa lain itu efektif dalam menggunakan waktu kerja dengan orientasi hasil kerja yang juga jelas.

Padahal sebagai bangsa yang tertinggal start-nya dibandingkan negara maju, kita harus bekerja jauh lebih keras dari mereka. Ibaratnya kalau perlu kita tidak boleh libur agar bisa menyamai kemajuan bangsa-bangsa lain.

Itulah yang dilakukan bangsa Korea dan juga China. Mereka mengejar ketertinggalan dari bangsa lain dengan bekerja keras. Mereka membangun etos kerja yang tinggi agar bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Sering kita mengingatkan bahwa konsumtivisme dan konsumerisme yang menjadi gaya hidup bangsa modern tidak terjadi dengan sendirinya. Pada bangsa lain, mereka menikmati itu setelah melalui proses panjang bekerja. Mereka melewati masa revolusi hijau dan kemudian revolusi industri yang menghasilkan etos kerja dan disiplin, sehingga membuat mereka bisa menghasilkan sebuah produk. Bahkan produk itu dikembangkan menjadi produk-produk yang lebih maju dan canggih. Baru kemudian mereka menikmati hasil kerja itu.

Kita belum pernah melewati revolusi-revolusi yang menghasilkan etos kerja yang tinggi. Sebagai bangsa kita belum menghasilkan sebuah produk industri yang menjadi kebutuhan masyarakat dunia. Lalu tiba-tiba kita ingin menikmati konsumtivisme dan konsumerisme.

Perubahan orientasi harus kita lakukan. Kita tidak boleh terlena menjadi bangsa yang santai. Kita harus memacu diri kita untuk menjadi bangsa yang dikatakan Samuel L. Huntington sebagai bangsa dengan kultur kerja yang kuat.

Presidenlah yang harus mendorong perubahan oreintasi itu. Dengan contoh yang nyata, Presiden harus mengedukasi warga bangsa ini untuk menjadi bangsa yang tangguh dan tidak cengeng. Presiden harus mengajarkan bagaimana kerja keras dan kerja cerdas itu harus dilaksanakan..

Komentar Facebook