Saturday, May 7, 2016

ASAL-USUL KURIKULUM Kutipan singkat M.Rakib

ASAL-USUL KURIKULUM
ASAL-USUL KURIKULUM
Kutipan singkat M.Rakib Jamari dari bebrapa sumber lainnya.

1.      Secara Etimologis kurikulum berasal dari bahasaYunani, yaitu carieryang artinya pelari dan curare yang berarti tempat berpacu. Jadi, istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish.
2.      Dalam bahasa Arab, kata kurikulum biasa diungkapkan dengan  manhaj yang berarti jalan yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupan. Sedangkan kurikulum pendidikan (manhaj al-dirasah) dalam kamus Tarbiyah adalah seperangkat perencanaan dan media yang dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan.
3.      Kata kurikulum (curriculum) juga terambil dari bahasa Latin yang memiliki makna yang sama dengan kata racecourse (gelanggang perlombaan). Kata kurikulum dalam bentuk kata kerja yang dalam bahasa latin dikenal dengan istilah “curere” adalah mengandung arti menjalankan perlombaan. Dalam perlombaan tersebut, ada batas start dan ada batas finish. Dan dalam lapangan pendidikan pengertian tersebut dijabarkan bahwa bahan belajar sudah ditentukan secara pasti, dari mana mulai diajarkan dan kapan diakhiri, dan bagaimana cara untuk menguasai bahan agar dapat mencapai gelar.

4.      Kurikulum juga berasal dari bahasa Inggris yakni “Curriculum”yang mempunyai arti “rencana pelajaran“. Dalam bahasa Inggris, kurikulum dapat dipahami sebagai 'jelmaan' atau 'metamorfosis'. Paduan pengertian kurikulum ini dipahami sebagai laluan dari satu peringkat ke peringkat berikutnya.
5.      Terdapat pula dalam bahasa Prancis (chourier) artinya (to run: berlari). Kemudian istilah ini digunakan untuk sejumlah (courses)atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah.

1.      Secara Etimologis kurikulum berasal dari bahasaYunani, yaitu carier  yang artinya pelari dan curare yang berarti tempat berpacu. Jadi, istilah kurikulum berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi Kuno di Yunani, yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish.
2.      Dalam bahasa Arab, kata kurikulum biasa diungkapkan denganmanhaj yang berarti jalan yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupan. Sedangkan kurikulum pendidikan (manhaj al-dirasah) dalam kamus Tarbiyah adalah seperangkat perencanaan dan media yang dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan.
3.      Kata kurikulum (curriculum) juga terambil dari bahasa Latin yang memiliki makna yang sama dengan kata racecourse (gelanggang perlombaan). Kata kurikulum dalam bentuk kata kerja yang dalam bahasa latin dikenal dengan istilah “curere” adalah mengandung arti menjalankan perlombaan. Dalam perlombaan tersebut, ada batas start dan ada batas finish. Dan dalam lapangan pendidikan pengertian tersebut dijabarkan bahwa bahan belajar sudah ditentukan secara pasti, dari mana mulai diajarkan dan kapan diakhiri, dan bagaimana cara untuk menguasai bahan agar dapat mencapai gelar.
4.      Kurikulum juga berasal dari bahasa Inggris yakni “Curriculum”yang mempunyai arti “rencana pelajaran“. Dalam bahasa Inggris, kurikulum dapat dipahami sebagai 'jelmaan' atau 'metamorfosis'. Paduan pengertian kurikulum ini dipahami sebagai laluan dari satu peringkat ke peringkat berikutnya.
5.      Terdapat pula dalam bahasa Prancis (chourier) artinya (to run: berlari). Kemudian istilah ini digunakan untuk sejumlah (courses)atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah.

           Sikap Spiritual Mengacu pada KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya, sedangkan kompetensi sikap sosial mengacu pada KI-2: Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

Berdasarkan rumusan KI-1 dan KI-2 di atas, penilaian sikap pada jenjang SMP/MTs mencakup:


Tabel 1. Cakupan Penilaian Sikap


Penilaian sikap spiritual
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut
Penilaian sikap sosial
1.   Jujur
2.   Disiplin
3.   Tanggung Jawab
4.   Toleransi
5.   Gotong Royong
6.   Santun
7.   Percaya Diri

KD pada KI-1: aspek sikap spiritual (untuk matapelajaran tertentu bersifat generik, artinya berlaku untuk seluruh materi pokok). Sedangkan KD pada KI-2: aspek sikap sosial (untuk matapelajaran tertentu bersifat relatif generik, namun beberapa materi pokok tertentu ada KD pada KI-3 yang berbeda dengan KD lain pada KI-2). Guru dapat menambahkan sikap-sikap tersebut menjadi perluasan cakupan penilaian sikap. Perluasan cakupan penilaian sikap didasarkan pada  karakterisitik KD pada KI-1 dan KI-2 setiap matapelajaran.



Petunjuk Penilaian

Guru membandingkan hasil penilaian sikap yang dilakukan oleh peserta didik (penilaian diri) dengan hasil pengamatan sikap yang dilakukan selama proses pembelajaran, dan hasilnya dibandingkan dengan penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik. Berikan tanda cek (√) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan perilaku yang diharapkan. Tiap perilaku yang dicek (√) dengan rentang skor antara 1 sampai dengan 4. (Sangat Baik = 4, Baik = 3, Cukup = 2, Kurang = 1).
Lihat gambar berikut untuk lebih jelasnya :


1 comment:

  1. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Sri Rahayu asal Surakarta, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil di daerah surakarta, dan disini daerah tempat mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat Jl. Letjen Sutoyo No. 12 Jakarta Timur karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-1144-2258 atas nama Drs Muh Tauhid SH.MSI beliaulah yang selama ini membantu perjalanan karir saya menjadi PEGAWAI NEGERI SIPIL, alhamdulillah berkat bantuan bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI SK saya dan 2 teman saya tahun ini sudah keluar, bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi bapak Drs Muh Tauhid SH.MSI, siapa tau beliau bisa membantu anda

    ReplyDelete

Komentar Facebook