Thursday, August 10, 2017

Rakib Jamari membagikan kirimannya. 7 menit · Rakib Jamari 7 menit · POLA PIKIR JIL SEMAKIN MENGHARUKAN KOK ....JADI BEGINI Dikutip dari Vao Islam: Buku Fiqih Kebinekaan, Persembahan untuk Siapa? JAKARTA (voa-islam.com) – Maarif Institute bekerjasama dengan Mizan menerbitkan buku Fikih Kebinekaan (Agustus 2015). Buku yang tebalnya 360 halaman itu, berisi artikel-artikel yang ditulis lebih dari 16 penulis. Intinya bila dikaji seksama buku ini mendukung faham pluralisme dan kepemimpinan non Muslim di Indonesia. Sebelum buku ini diluncurkan 20 Agustus 2015 lalu, Maarif Institute pada Februari lalu mendahuluinya dengan membuat seminar yang bertema Halaqah Fikih Kebinekaan. Acara ini dilaksanakan 24-26 Februari 2015 lalu di Jakarta. Harian Kompas membuat liputan acara ini hampir setengah halaman (28/2/2015). Dalam acara itu selain dihadirkan intelektual-intelektual yang selama ini dikenal pemikirannya liberal, juga dihadirkan dua lurah. Dua kepala desa itu adalah Susan Jasmine kepala desa Gondangdia Jakarta dan Halidja Marding kepala desa Morea Minahasa Tenggara. Susan mewakili lurah non Islam memimpin daerah mayoritas Islam dan Halidja lurah Muslim memimpin daerah mayoritas non Islam. Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Amin Abdullah menyatakan bahwa Indonesia yang majemuk merindukan bacaan kitab suci yang sesuai dengan konteks budaya dan sosial setempat. “Di negeri ini kita perlu bacaan yang toleran terhadap perbedaan interpretasi keagamaan dan tidak memonopoli kebenaran,”tulis Kompas. “Pertimbangkan kebinekaan dalam pembuatan legislasi dan regulasi demi menjaga kehidupan harmonis dan mencegah konflik,” ujar Khelmy K Pribadi Manajer Program Islam dan Media Maarif Institute dalam acara itu. Bila ide-ide Maarif Institute (MI) ini disebarkan, maka ke depan kaum Muslim Indonesia akan menyerahkan banyak kepemimpinan daerah atau pusat ke pemimpin ke non Muslim Kelanjutan dari Buku Fiqih Lintas Agama? Buku Fiqih Kebinekaan ini sebenarnya mirip dengan buku Fiqih Lintas Agama (FLA) yang diterbitkan atas kerjasama Yayasan Wakaf Paramadina dan Asia Foundation (2004). Buku FLA ini sempat menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat karena isinya menjustifikasi kebenaran agama lain dan mendekontruksi hal-hal yang sudah ‘muhkamat’ dalam Islam. Bagi masyarakat awam membaca buku Fikih Kebinekaan mungkin biasa saja. Tapi bagi mereka yang mendalami keilmuan Islam, akan menganggap bahwa buku ini membahayakan masyarakat. Karena penulis-penulisnya intinya menjustifikasi bahwa kepemimpinan non Muslim di wilayah mayoritas Muslim (Indonesia) adalah suatu keniscayaan demokrasi, karena itu tidak perlu dipermasalahkan. Siti Ruhaini Dzuhayatin di dua aline terakhirnya artikelnya menulis: “Pada saat ini masyarakat cenderung berfikir substantif ketimbang simbolis sehingga dualisme kepemimpinan itu dapat diterima realistis bahwa kepemimpinan politik diarahkan untuk mendistribusi keadilan dan kesejahteraan siapapun dan apapun latar belakangnya. Sedangkan pada masalah agama, mereka lebih kritis, seiring meningkatnya pendidikan sehingga otoritas agama tidak lagi bersifat tunggal. Terlebih lagi privatisasi dan domestifikasi agama nampak semakin menggejala sehingga ikatan kolektivitas terhadap figur karismatik semakin memudar…”(halaman 315). Sedangkan Wawan Gunawan Abdul Wahid menulis: “Di tempat lain Ibn Taimiyah menegaskan bahwa keadilan merupakan syarat terpenting bagi seorang pemimpin. Sedemikian pentingnya tentang keadilan ini, Ibn Taimiyah mengatakan: “Sesungguhnya Allah menyokong negara yang adil meskipun kafir (pemimpinnya). Dunia itu dapat tegak dengan memadukan antara kekufuran dan keadilan dan dunia tidak dapat tegak dengan modal kezhaliman dan keislaman.” Kalimat Ibn Taimiyah di atas kiranya mengisyaratkan bahwa kepala negara yang mampu mengejawantahkan keadilan meskipun non Muslim lebih baik daripada kepala negara yang beragama Islam tetapi tidak mampu mengejawantahkan keadilan.” (halaman 321) Untuk membenarkan pendapatnya bahwa pemimpin non Muslim tidak masalah, Wawan Gunawan selanjutnya mengutip tokoh Islam Muhammad Abduh. “Kata Abduh, ayat-ayat yang dikutip para ulama yang menolak menjadikan non Muslim sebagai pemimpin sama sekali tidak dapat ditolak kebenarannya. Yang tidak disebutkan kata Abduh, bahwa mereka yang dilarang untuk dipilih itu adalah karena mereka memusuhi umat Islam. Ketika entitas non Muslim itu tidak memusuhi umat Islam dan mereka bersama-sama umat Islam dalam satu entitas negara sebagai warga negara maka mereka dapat dipilih sebagai kepala negara. Abduh melandasi argumentasinya dengan Surah al Mumtahanah ayat 7, 8 dan 9…” (halaman 323). Akhirnya Wawan Gunawan, Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan pengurus Muhammadiyah ini menyatakan : “Karena itu pula tulisan ini dapat ditutup dengan penegasan. Memilih pemimpin non Muslim di tengah masyarakat Muslim hukumnya diperbolehkan. Itu dirujukkan pada dua hal. Pertama, masalah kepemimpinan dalam hukum Islam merupakan persoalan yang bukan absolut (al mutaghayyirat). Kedua, larangan memilih pemimpin non Muslim dikaitkan dengan sebab yang menyertainya. Yaitu manakala mereka (non Muslim) melakukan penistaan kepada umat Islam. Dalam suatu masyarakat majemuk dimana antara umat Islam dan non Muslim bersatu dalam suatu entitas negara-bangsa maka antara keduanya bisa merajut hubungan harmonis yang saling memerlukan.” (halaman 325). Tidak ada Pemimpin Muslim yang Adil di Negeri ini?

DOA PENUTUP OLEH DR HAJI M RAKIB, SH ,M Ag . LPMP RIAU

ADA DAERAH MEMASUKKAN DALAM APBD TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER

Saturday, August 5, 2017

Rakib Jamari membagikan kirimannya. 38 menit · Foto Rakib Jamari. Foto Rakib Jamari. Rakib Jamari menambahkan 2 foto baru. 43 menit · JARINGAN LIBERAL ITU INGIN MEMADAMKAN CAHAYA ALLAH Catatan M.Rakib Jamari,S.H.,M.Ag., Ph.D. Pekanbaru Riau Indonesia, 2017. Ada peringatan-peringatan penting dari Allah Ta’ala yang memberikan semangat dan keteguhan bagi Ummat Islam. Di antaranya Allah Ta’ala berfirman: وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (7) يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ [الصف : 7 ، 8] Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya.(QS. Ash-Shaff [61] : 7-8) Dalam ayat yang lain, Allah Ta’ala menegaskan pula: يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ [التوبة : 32] Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] : 32) Di dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, orang-orang kafir yaitu musyrikin dan ahli kitab (Yahudi dan Nasni) ingin memadamkan cahaya (agama) Allah, artinya (ingin memadamkan) apa yang dibawa utusan Allah yaitu petunjuk dan agama yang haq (benar) ingin mereka padamkan dengan bantahan-bantahan dan kebohongan-kebohongan mereka. Maka perumpamaan upaya orang-orang kafir itu seperti orang yang ingin memadamkan sinar matahari atau cahaya rembulan dengan cara meniupnya, ini tidak mungkin. Demikian pula Rasul yang Allah utus dengan agama-Nya pastilah akan sempurna dan tampak. Oleh karena itu dalam hal yang mereka lontarkan dan inginkan, Allah Ta’ala telah berfirman membantah mereka: { وَيَأْبَى اللَّهُ إِلا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ } Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

TIBA TIBA HUTAN MENJELAMA JADI KOTA

Wednesday, August 2, 2017

INGIN TAHUKAH ANDA APA ITU BRANDING SEKOLAH? Dikutip dari majalah Serba-Serbi Guru

Dr.M. Rakib Jamari membagikan kirimannya.
Rakib Jamari menambahkan 4 foto baru — bersama Erdanis Zepas.
13 menit
CATATAN M.RAKIB JAMARI..LPMP RIAU
INGIN TAHUKAH ANDA APA ITU BRANDING SEKOLAH?
Dikutip dari majalah Serba-Serbi Guru bahwa braning itu sudah lama ada, yaitu penamaan ciri khusus sekolah itu, disebut branding.Biasa orang mngatakan:
“Itu seperti ada orang tua yang sebutkan sekolah A adalah sekolah favorit, sekolah unggulan, itulah branding,” jelasnya. Hanya saja, istilah branding itu baru mulai dipakai belakangan karena meminjam dari istilah dunia industri. Tapi branding di sekolah itu lebih kepada penyadaran untuk peningkatan kualitas sekolah, khususnya pendidikan karakter yang dimiliki.
Contohnya, pengajaran karakter ulet dan tangguh sebagai turunan dari mandiri akan berbeda antara sekolah di Jakarta, dengan sekolah di pedesaan. Nanti, sekolah di pedesaan akan menekankan dengan kearifan lokal pertaniannya, menyesuaikan dengan kebutuhan siswa-siswa disana. Untuk itu, setiap sekolah akan memiliki ciri khas berbeda satu dengan yang lain. Inilah bentuk branding sekolah tadi.
Menurut Anna J. Pangke, branding sekolah sangat mempengaruhi arah kualitas dari suatu sekolah. Dia mencontohkan, pada sekolahnya, dia bersama dengan rekan guru dan tenaga kependidikan memutuskan untuk memberikan branding Berdikari bagi sekolahnya. Bukan tanpa alasan, pemilihan branding karena seringnya sekolah tersebut tidak diperhatikan fasilitasnya oleh Pemerintah Daerah.
Walaupun begitu, Kepsek Anna tetap intens menghimbau para guru dan tenaga kependidikan untuk berkomunikasi dengan pihak orang tua. “Kami tetap rajin berkomunikasi melalui buku tugas siswa, ataupun melalui telepon, dan komunikasi intens itu mendapat respon positif dari mereka,” jelasnya.
Kemudian, terdapat beragam bantuan orang tua yang diberikan ke sekolah untuk membantu kegiatan belajar mengajar. “Itu seringkali sumbangan dari orang tua diberikan diam-diam kepada kami, seperti ketika kami mengajak siswa untuk melakukan kunjungan budaya mutu, ada orang tua yang berikan amplop kepada guru,” jelasnya. Melalui hasil rembukan pihak sekolah, lanjut kepsek Anna, kami pun mengalokasikan untuk keperluan budaya mutu, dan kami sampaikan secara transparan kepada pihak orang tua.
SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari

Monday, July 24, 2017

Syukuran Pemberangkatan Calon Haji

Syukuran Pemberangkatan  Calon Haji Muhammad Yunus
Pidato Acara Tasyakuran Pemberangkatan Haji

                LABBAIKALLAHUMMMA  LABBAIK, ALLAHUMMAJ  ‘ALNA  HAJJAM MABRURO  WA  ZANBAN MAGHFURO

Hadirin hadirat yang kami muliakan,
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kehadirat Allah SWT, yang dengan rasa kasih-Nya telah memberikan kenikmatan kepada kita semua hingga detik ini, sehingga khususnya hari  ini kita dapat berkumpul brsama   di rumah ini, agar ikut serta mendoakan kami   suami isteri  yang Insya Allah  akan pergi menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah.

Hadirin yang mulia, ninik mamak dan jira tetangga yang kami hormati, dengan hati ikhlas kami mohon maaf lahir batin, kalau ada rasa hutang yang belum kami bayar mohon sampaikan kepada kami  mungkin kami lupa, dan mohon maaf atas segala kesalahan. Kamipun di tanah suci akan mendoakan secara umum  di tanah suci, aga r hadirin bisa pula ke tanah suci..  sama-samalh kita memanjatkan doa, dan dari kampong kita ini,   doakan kami semoga mendapatkan  haji yang mabrur, yang tidak saja bermanfaat bagi diri sendiri, juga bagi semua orang  mudah-mudahan bermanfaat bagi  masayarakat, nusa , bangsa dan agama.. Amin Yaa Robbal alamin.
                                                                                                                                                 
Berkat doa Bapak/ ibu sekalian, semoga prjalanan  kami nantinya  dapat dilaksanakn dengan penuh kenikmatan.dan kelapangan. Tidak menjumpai halangan yang berarti, mendapatkan keselamatan, hingga sampai di tempat tujuan. Demikian juga mudah-mudahan kita semuanya tetap sehat dan sejahtera . Smoga pula keluarga-keluarga, sanak famili yang ditinggalkan di rumah juga diberi kesehatan dan keselamatan, dapat menjalankan tugas sehari-harinya dengan baik , kami yang  menjalankan ibadah haji  agar dapat malaksanakan ibadah rukun Islam kelima ini dengan sebaik-baiknya juga.
Salah dan khilaf mohon dimaafkan…Wssalamu  alaikum WW.


Sunday, July 23, 2017

KEBOHONGAN FILSAFAT Renungan Pagi M.Rakib Jamari

ANTARA FILSAFAT KEBOHONGAN
DAN KEBOHONGAN FILSAFAT

Renungan Pagi M.Rakib Jamari

Filsafat itu, la tushoddiqu kulluhu, wala tukazzibuhu kulluhu (Jangan didustakan semua, jangan pula dibenarkan semua). Ini pandangan saya(M.Rakib Jamari) pribadi. Masih banyak pandangan lain yang lebih menarik. Pandangan Al-Gazali bahwa ada sisi kecil dari kebohongan filsafat yang disebutnya dengan istilah Tahafutut al- Falasifah(Kekacauan Filsafat). Masri, Djoe dan Fredy memiliki kesamaan pandangan tentang pengetahuan tinggi yang tidak terjangkau oleh Logika. Kang Asep menyatakan, saya tidak menyangkal bahwa ada pengetahuan di luar wilayah logika, salah satunya adalah pengetahuan ilmiah. Logika dan ilmiah memiliki wilayah yang berbeda yang satu sama lain tidak bisa saling menjangkau. Tetapi, apa yang dimaksud oleh Masri dan kawan-kawannya tentang pengetahuan di luar logika tidak mengacu pada bidang ilmiah, melainkan suatu bentuk kebenaran yang tidak terpikirkan, tidak terkatakan. Djoe menyebutnya sunyata. Sedangkan Fredy menulis, "Dalam Buddhist Jalan Utama Beruas Delapan" ada disebutkan Panna Silla Samadhi. Panna = kebijaksanaan, bukan Logika." Sehingga kesimpulannya, kita berbicara itu mesti menggunakan kebijaksanaan, bukan logika. saya menyangkal mereka dan menganggap itu semua merupakan bentuk kebohongan belaka. mereka tidak bermaksud berbohong. tapi, jalan pikiran mereka telah tersesat jauh, sehingga menganut keyakinan-keyakinan yang salah. Di mana salahnya ? akan saya uraikan 6 point berikut :

Pertama, benar bahwa untuk mencapai kebebasan spiritual itu Buddha mengajarkan tentang Silla Samaadhi Panna. dan benar pula bahwa definisi Panna itu bukan Logika. Tetapi dapat saya pastikan, keyakinan-keyakinan, pemikiran-pemikiran serta perkataan-perkataan yang bertentangan dengan Hukum Logika tidaklah termasuk Panna. karena bertentangan dengan hukum logika berarti kebodohan, kegilaan, dan kesesatan. Mustahil di dalam Panna termuat kebodohan, kegilaan dan kesesatan.

Kedua, yang mana sebenarnya yang mereka maksud, kebijaksanaan yang tidak terjangkau oleh logika itu ? itu tidak bisa didefinisikan, tidak bisa ditunjukan, tidak bisa digambarkan, tidak ada konsepnya, tidak bisa dipraktikan, tidak bisa dikatakan, bahkan tidak bisa dipikirkan. jadi, itu hanya omong kosong besar saja.

Masri mencoba menunjukan filsafat level tinggi dengan sebuah contoh. "saya adalah manusia dan bukan manusia". yang seperti ini katanya filsafat level tinggi. ha...ha...ha... saya sudah mengupasnya dalam artikel Jawaban Mutlak Salah. saya malas untuk mengupas ulang di sini.

Ketiga,mereka yang mempergunakan logika Aristoteles tidak berarti tidak mengetahui kebenaran di luar logika ? misalnya, apakah Djoe, Masri dan Fredy lebih bijaksana dari pada saya ? Apakah mereka memiliki pengetahuan di luar logika, sedangkan saya tidak mengetahuinya ? Mereka tidak akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan saya ini. ini artinya apa ? mereka tidak yakin kalo mereka lebih bijaksana dari saya. mereka tidak yakin kalo saya tidak mengetahui hal-hal yang diluar pengetahuan logika.

saya sudah pernah katakan, dulu sebelum saya belajar ilmu logika, saya adalah praktisi mistik. dan justru karena kesulitan untuk mengungkapkan hal-hal yang saya ketahui secara mistis, maka saya belajar logika.

saya berkecimpung di dunia mistik, yang nalar orang sulit untuk menjangkaunya. Saya juga praktisi meditasi, serta terbiasa menjalankan proyeksi astral. tidak asing dengan pengalaman spiritual yang disebut dengan Chakra, Nimita, Kundalini, Tenaga Dalam, Krachtology, Clairvoyance, Hipnotisme, Samadhi, Jhana dan Sunyata, saya berkelana di alaml-alam jin, bergelut dengan dunia santet, berjumpa dengan Nyai Roro Kidul, bertemu malaikat, berbicara dengan roh orang-orang yang telah mati, bertemu malaikat,  menolong arwah yang terlantar, berkelana dan berdebat dengan para Dewa, mengunjungi sorga dan neraka, dan menjalani praktik mati suri. Apakah mereka memiliki pengalaman lebih banyak dalam hal-hal tersebut dari pada saya ? jika tidak, maka bagaimana mereka merasa tahu lebih banyak dari saya tentang hal-hal di luar logika ? tidak ada pertanda yang jelas bahwa mereka tahu lebih banyak dan lebih bijaksana. Sehingga pandangan mereka bahwa saya tidak bijaksana, tidak mengerti kebenaran di luar konsep, tidak tahu hal-hal di luar logika hanyalah argumentum ad hominem, tidaklah benar dan hanya cara untuk memukul perasaan orang lain. karena mereka masih terikat dengan tradisi diskusi yang tidak sehat di forum-forum online. mereka memiliki kecenderungan gemar menyangka. Tradisi diskusi seperti itu, sudah lama menghilang dari forum dan grup logika yang saya bina. Menunjukan bahwa komunitas yang mengedepankan logika, justru akan dapat berkomunikasi dengan cara yang lebih baik.

Keempat, Buddha berkata, "jika orang merasa tidak suka pada sesuatu, maka dia akan melihat sesuatu itu sebagai hal yang salah. semakin tidak suka, maka akan terlihat sesuatu itu semakin salah". Ini ada korelasinya dengan apa yang dikatakan oleh Prof. Dr. Jacobus S.H. M.Si, bahwa keyakinan diperkuat oleh penyangkalan. Semakin seseorang disangkal, maka dia akan semakin menguatkan keyakinannya. Jadi, jangan heran, jika semakin disangkal, keyakinan saya terhadap logika semakin kuat. dan mereka yang sudah tidak suka dengan logika, baik tidak suka dari sebelumnya atau tidak suka karena diskusi dengan saya, maka mereka akan menilai logika itu sebagai sesuatu yang salah. semakin tidak suka mereka pada saya, maka semakin akan melihat bahwa logika itu sesuatu yang salah dan akan semakin berusaha keras untuk menunjukan kekerdilan logika, salah satunya dengan terus menerus melemparkan stigma, "Logika tidak mampu menjangkau filsafat level tinggi". Saya siap menghadapi segala penilaian dan tuduhan. Bakan itu sudah terbiasa bagi saya.

Kelima Jika Anda ingin belajar ilmu logika, maka anda dapat belajar ilmu logika dengan cara membaca buku-buku logika yang tersedia di toko-toko buku, belajar pada para guru/dosen ahli logika, atau gabung dengan forum ilmu logika. Jika Anda tekun, maka Anda akan berhasil dengan keberhasilan yang dapat diukur. Tapi jika Anda ingin belajar filsafat dan kebijaksanaan ala Djoe, Masri dan Fredy maka Anda akan gagal atau anda akan berhasil dengan suatu keberhasilan yang tidak akan jelas tolak ukurnya. tidak percaya, silahkan coba !

Keenam Masri, Fredy, dan Djoe yang sama-sama memiliki kebijaksaan dan filsafat level tinggi itu ada di forum Buddhist, yang saban harinya terlihat bertengkar, bertedebat, saling sangkal dan saling ejek. apakah ini hasil dari kebijaksanaan dan filsafat yang tinggi itu ?(« Edit Terakhir: Desember 29, 2015, 12:16:16 PM oleh Kang Asep »).
Dialektika kajian filsafat dalam khazanah keilmuan Islam masih menjadi dinamika kajian menarik di kalangan akademis. Pro kontra urgensi mempelajari filsafat juga masih nampak di kalangan umat Islam. Hal ini tidak bisa lepas dari pengaruh kajian pemikiran ilmuan muslim sebelumnya yang mereka pelajari. Ilmuan muslim terkemuka tersebut diantaranya Imam Al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, Ibnu Arabi, dan lain-lain.

Mashud Sasaki menyatakan bahwa dalam perkembangannya pemikiran Imam al-Ghazali lewat berbagai karyanya telah mampu mewarnai corak berfikir dan pandangan hidup keilmuan muslim. Salah satu karya beliau yang cukup monumental adalah Tahafut Falasifah. Tahafut al-Falasifah (Inkoherensi Filosof) adalah karya yang memiliki arti penting dalam pemikiran Islam khususnya Filsafat Islam mengingat bahwa karya ini lahir dari tokoh yang sangat berpengaruh di dalam dunia Islam yang mewakili masanya. Al-Ghazali seorang teolog yang melakukan serangan terhadap dunia keilmuan filsafat masa tersebut sehingga memunculkan ketakutan bagi para pelajar untuk mengkaji filsafat. Al-Ghazali tidak hanya menyerang pandangan filsafat dengan dasar argumentasi akan tetapi menggunakan kata-kata yang sarkastis bahkan  mengkafirkan para filosof yang menurut sebagian pengkaji filsafat dianggap terlalu berlebihan.

Sulayman al-Dunya[1] menyebut bahwa masa ditulisnya Tahafut al-Falasifah adalah masa-masa kegalauan dan ketidak percayaan al-Ghazali pada banyak disiplin ilmu Islam. Ibn Rushd, 90 tahun kemudian sejak ditulis Tahafut al-Falasifah menulis jawaban dengan judul Tahafut al-Tahafut, sayangnya jawaban ini sedikit terlambat kehadirannya sehingga dianggap tidak mengatasi pengaruh yang telah dihasilkan Tahafut al-Falasifah. Namun demikian kedua karya tersebut menempati ruang tersendiri dalam sejarah pemikiran Islam dan menjadi kajian para peneliti sampai saat ini.

Dalam tulisan ini akan fokus membahas tahafut falasifah karya Imam al-Ghazali. Kitab ini terdiri atas empat mukaddimah, 20 masalah dan khatimah. Mukaddimah pertama ialah bahwa Aristoteles telah merupakan seorang pemuka dalam filsafat, menyimpulkan pemikiran-pemikiran para filosof dan karena itu perlu menyanggahnya.

Kedua beberapa pemikiran filosof tidak bertentangan dengan agama karena merupakan pendapat tentang fisika seperti pembahasan tentang gerhana matahari dan bulan yang dalam dirinya tidak mengandung celaan dan pujian. Namun ada pemikiran lain yang berkaitan dengan dasar-dasar agama, seperti mengatakan alam ini kadim yang tentunya tidak boleh didiamkan.

Ketiga, yang dimaksudkan dengan kitab ini menjelaskan keruntuhan (tahafut) para filosof, yaitu menyanggah pemikiran mereka. Sedangkan penjelasan tentang akidah yang benar disebutkan dalam kitab-kitab lain.

Keempat, walaupun para filosof mempergunakan matematika dan logika sebagai metoda berpikir, maka itu tidaklah perlu bagi teologi, walaupun keabsahan matematika tidak dapat diingkari. Adapun logika, maka itu alat berpikir yang dipergunakan oleh para filosof seperti yang dipergunakan oleh insan lainnya. Logika itu bukanlah suatu ilmu yang terasing dalam kalangan umat Islam dan mereka menyebutnya ilmu penalaran (nazar) atau ilmu debat (jadal) atau pengetahuan akal (madarik al-‘uqul).

Biografi Imam Al-Ghazali
Sebelum menguraikan lebih jauh tentang biografi al-Ghazali, perlu diketahui bahwa kehidupan Imam al-Ghazali dibagi 3 (tiga) fase kehidupan yaitu Fase pra-keraguan, fase terjadinya keraguan, dan fase mendapat petunjuk dan ketenangan. Fase pertama, pra-keraguan. Fase ini al-Ghazali masih seorang pelajar yang belum mencapai tarap kematangan intelektual, yang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang yang memiliki pendapat independen.

Fase kedua, fase terjadinya keraguan, baik keraguan yang keras maupun yang ringan. Fase ini terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama, yang berawal sejak usia muda sampai al-Ghazali memasuki dunia tasauf dan memperoleh hidayah Allah. Di tengah fase ini al-Ghazali menulis karya-karyanya dalam ilmu kalam, kritik terhadap filsafat dan aliran bathiniyah. Pada saat itu ia mengajar di dua sekolah yaitu, Naisabur dan Baghdad. Pada fase ini al-Ghazali juga menulis tentang tahafut al-falasifah yang beliau katakan sebagai sarana mendustakan mazhab para filosof. Sedangkan untuk mengafirmasi mazhab yang benar beliau menyatakan setelah selesai penyusunan kitab tahafut ini beliau dengan maunah Allah (pen. berjanji) akan menyusun kitab dengan tema Qowaid al-aQaid(prinsip-prinsip keyakinan).

Fase ketiga, yaitu fase dimana al-Ghazali telah mendapat petunjuk pada pandangan ketersingkapan tabir sufistik (al-kasyf ash-shufiyah). Fase ini adalah fase yang memungkinkan untuk menjadikan karya-karyanya sebagai rujukan untuk menggambarkan mazhab yang benar versi al-Ghazali. Tetapi tidak semua karyanya pada fase ini layak untuk hal tersebut, karena pada fase ini al-Ghazali juga hadir dengan karyanya dalam pengertian mazhab yang lain.

Berikutnya terkait biografi Al-Ghazali, nama lengkapnya adalah Al-Ghazali Muhammad Ibnu Muhammad Al-Ghazali, yang terkenal dengan gelar hujjatul Islam. Beliau lahir tahun 450 H, bertepatan dengan 1059 M di Ghazalah, suatu kota kecil yang terlelak di Thus wilayah Khurasan Iran.



                                                                                                                                           

DOA UNTUK PALESTINA BY DR M RAKIB PEKABARU RIAU INDONESIA

DR Mhd.RAKIB JAMARI DI KELUARGA PASAMAN, URANG TALU 2017

Saturday, July 22, 2017

ANAK DAN ISTRI DR M RAKIB, HADIRI ACARA DI BAPELKES JL SUBRANTAS PEKANBARU

ISLAM BUKAN MASALAH MATI DAN ZIKIR, SAJA YULI HESMAN

JANGAN SAMPAI ADA DUA KHLIFAH....BY M.RAKIB JAMARI

, JIKA  ADA  DUA  KHALIFAH

dari Abun-Nadlrah, dari Abu Sa’iid Al-Khudriy, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Apabila dua orang khalifah dibaiat, maka bunuhlah yang paling terakhir dibaiat diantara keduanya” [Ash-Shahiih no. 1853].
Diriwayatkan juga oleh Abu ‘Awaanah[1] dalam Al-Mustakhraj no. 7133 dan Al-Baihaqiy[2] dalam Al-Kubraa 8/143; semuanya dari jalan Khaalid bin ‘Abdillah yang selanjutnya seperti hadits di atas.
Hadits di atas lemah, karena :
a. Jurairiy, meskipun ia seorang yang tsiqah, namun mengalami ikhtilaath dalam hapalannya di akhir hidupnya.[3]
b. Khaalid tidak diketahui secara pasti apakah ia mendengar riwayat Jurairiy sebelum atau setelah masa ikhtilaath-nya.
Al-Atsram berkata kepada Ahmad bin Hanbal :
قُلْتُ : فإنهم يقولون سَمَاعَ خَالِدٍ بَعْدَ الاخْتِلاطِ ؟ قَالَ : لا أَدْرِي
“Aku berkata : Sesungguhnya mereka mengatakan penyimakan Khaalid (dari Al-Jurariy) setelah ikhtilaath-nya ?’. Ia menjawab : ‘Aku tidak tahu” [Al-Muntakhab minal-‘Ilal oleh Al-Khallaal, hal. 166 no. 87].
Abu Sa’iid mempunyai syawaahid dari :
1. Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu.
Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy[4] dalam Al-Kaamil 7/437, Ath-Thabaraaniy[5] dalam Al-Ausath no. 2743, Ibnul-A’raabiy[6] dalam Mu’jam-nya no. 1067, dan Al-Qadlaa’iy[7] dalam Musnad Asy-Syihaab no. 767; semuanya dari jalan Abu Hilaal, dari Qataadah, dari Sa’iid bin Al-Musayyib, dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :

MASIH ADA KUEH HARI RAYA BY M RAKIB

MENGHADAPI PASAR GELOBAL 2020

VISI MISI SEKOLAH TERKAIT DENGAN STANDAR PENGELOLAAN

VISI MISI SEKOLAH TERKAIT DENGAN STANDAR PENGELOLAAN

SENAM GAYA PETINJU MUHAMMAD ALI

Tuesday, July 18, 2017

Barangsiapa yang menginginkan, sekolah bermutu, Teori dan praktek harus dipadu

Rakib Jamari menambahkan 4 foto baru.
9 menit
GURINDAM DELAPAN PENDIDIKAN
OLEH Dr.M.Rakib Jamari,S.H., M.Ag.
 HP 0823 9038 1888
LPMP Riau di Pekanbaru
Dalam rangka ulang tahun penulis yang ke 57 , tepatnya 31 Agustus 2016
Penulis penyajikan gurindam delapan (8) yang terdiri dari delapan pasal:
Pasal 1

Barangsiapa yang menginginkan, sekolah bermutu,
Teori dan praktek harus dipadu
Pasal 2 
Barangsiapa ingin, pendidikan bermutu,
Pemerintah dan masyarakat, harus bersatu
Pasal 3
Barangsiapa menginginkan pembelajaran bermutu,
Studi banding, harus selalu.
Pasal 4
Barangsiapa yang ingin, ilmu bermutu,
Mengadakan, percobaan, janganlah jemu.
Pasal 5
Barangsiapa menginginkan, masa depan bermutu,
Buatlah perubahan, dari waktu ke waktu.
Pasal 6 
Mutu selalu hadir, karena disiplin,
Banyakkan belajar, sedikitkan bermain.
Pasal 7
Mutu bisa hadir, karena desakan,
Menyuguhkan mata pelajaran, yang sangat diperlukan.
Pasal 8
Mutu hadir karena, pengorbanan,
Murid dan guru, cinta pengetahuan.
SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari

KEL GOTONG ROYONG DI TEMBILAHAN

KEL 3 STANDAR PROSES

KELOMPOK KEMANDIRIAN, BY M RAKIB DI TEMBILAHAN

Thursday, July 6, 2017

RAUFUDDIN, S E , LANGSUNG MENJELASKAN JADWAL AGAR TIDAKA MOLOR

PEYEMATAN TANDA PESERTA BIMTEK SMK 1 AIRMOLEK

AHMAD BASTARI, MM SMK 1 PASIR PENYU

PEMBUKAAN ACARA OLEH PROTOKOL DI SMK 1

DETIK DETIK PEMBUKAAN ACARA DI SMK PASIR PENYU

ANTON, RAUFUDDIN DI SMK 1 AIR MOLEK, PASIR PENYU RIAU 2017

DR M RAKIB JAMARI SAMBUTAN ATAS NAMA TIM TEHNIS K 13 DARI LPMP RIAU

M RAKIB BERKENALAN DAN KETUA KOMITE SMK PASIR PENYU RIAU

SUKMIDE HENDRI DAN M RAKIB PADA KUNJUNGAN K 13 PASIR PENYU

Friday, June 30, 2017

DR SUWARMAN KETUA MASJID NURUL JANNAH JL CIPTAKARYA

MERAJUD TALI SILATURRAHMI DR SUWARMAN

CABE PALING INDAH DI DUNIA. MILIK KELUARGA SIRAJUDDIN

LATAR BELAKANG CABE TERSUBUR DI PEKANBARU RIAU

FOTO BERSAMA ORANG AMERIKA MATIYU DAN JESICA

PUKUL ANAK LANGGAR HAM KATA DR M RAKIB JAMARI

MENGINTIP AJARAN MUJASSIMAH. ALLAH PUNYA TUBUH CATATAN YANG BELUM RAMPUNG

MENGINTIP AJARAN MUJASSIMAH. ALLAH PUNYA TUBUH

CATATAN YANG BELUM RAMPUNG DARI DR.M.RAKIB JAMARI PEKANBARU RIAU INDONESIA.
Akidah tajsim dan tasybih hingga pada suatu keyakinan bahwa Allah seperti sosok seorang pemuda , berambut ikal , bergelombang dan mengenakan baju berwarna merah. Klaim ini dikatakan oleh Ibnu Abu Ya’la dalam kitab Thabaqat al-Hanabilah. Abu Ya’la mendasarkan pernyataan itu kepada hadits berikut :
عن عكرمة اَن الرسول صلى الله عليه وسلّم قال: راَيت ربي عزّ وجلّ شَابا امرد جعد قطط عليه حلة حمراء
Dari Ikrimah: bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku telah melihat Tuhanku SWT berupa seorang pemuda berambut ikal bergelombang mengenakan pakaian merah.” (Ibnu Abu Ya’la: Thabaqat al-Hanabilah, jilid 2, halaman 39)
Riwayat-riwayat palsu produk pikiran Yahudi itu kini berhasil membodohi akal pikiran , sehingga mereka menerima keyakinan seperti itu. Tidak diragukan lagi, hadits semacam ini adalah kisah-kisah Israiliyat yang bersumber dari orang-orang Bani Israil.
Ada yang bercerita tentang Allah duduk di atas kursi emas, beralaskan permadani yang juga terbuat dari emas, dalam sebuah taman hijau. Singgasana (Arsy) Allah dipikul oleh empat malaikat dalam rupa yang berbeda-beda, yaitu seorang lelaki, singa, banteng dan burung elang. Keyakinan aneh semacam ini dipaparkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Kitab at-Tauhid wa Itsbat Shifat ar-Rab.
Siapakah Ibnu Khuzaimah? Dia adalah salah seorang ulama ahli hadits yang dijadikan referensi. Namun setelah semakin matang dalam pengembaraan intelektualnya, Ibnu Khuzaimah menyesali diri telah menulis kitab tersebut, seperti dikisahkan oleh al-Hafidz al-Baihaqi dalam kitab al-Asma wa ash-Shifat hal. 267
Walaupun begitu, Ibnu Taimiyah tetap mengatakan bahwa Ibnu Khuzaimah adalah ”Imamnya Para Imam” karena menurutnya telah banyak meriwayatkan hadits-hadits ’shahih’ tetang hakikah Dzat Tuhan (padahal yang sebenarnya hadits-hadits itu kenal dengan nuansa tasybih dan hikayat Israiliyat). Oleh karena itu, ketika mengomentari sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Taimiyah berkata :
”Hadits ini telah diriwayatkah oleh ’Imamnya Para Imam’ yaitu Ibnu Khuzaimah dalam Kitab at-Tauhid yang telah ia syaratkan untuk tidak berhujjah di dalamnya melainkan dengan hadits-hadits yang dinukil oleh perawi adil dari perawi adil lainnya, sehingga bersambung kepada Nabi SAW” (Ibnu Taimiyah: Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah, Jilid 3, hal. 192)
Tunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentar
    Rakib Jamari membagikan albumnya.
    8 menit
    Tambahkan lainnya ke album Anda

Komentar Facebook